TARAKAN, Headlinews.id – Pembentukan Kelurahan Siaga TBC menjadi langkah yang ditempuh Pemerintah Kota Tarakan dalam memperkuat penanganan tuberkulosis hingga tingkat lingkungan.
Kegiatan sosialisasi, advokasi, dan penggalangan komitmen tersebut dibuka Wali Kota Tarakan, Khairul di Gedung Serbaguna, Senin (13/4/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Khairul menegaskan pengendalian TBC tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung.
“Kalau hanya mengandalkan layanan kesehatan, penanganannya tidak akan maksimal. Perlu keterlibatan masyarakat sampai ke tingkat kelurahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit, terutama dengan mengenali gejala sejak awal di lingkungan sekitar.
“Yang kita dorong sekarang adalah bagaimana masyarakat bisa mengenali gejala lebih cepat, sehingga penanganan juga bisa segera dilakukan,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas agar tidak terjadi penularan lanjutan.
“Pengobatan TBC itu harus selesai. Kalau tidak tuntas, risikonya bukan hanya ke pasien, tapi juga ke orang di sekitarnya,” jelasnya.
Menurutnya, dukungan lingkungan juga diperlukan agar penderita tidak merasa dikucilkan dan tetap menjalani proses pengobatan dengan baik.
“Jangan ada stigma. Justru harus kita dampingi supaya mereka bisa sembuh,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai langkah awal pembentukan Kelurahan Siaga TBC di Kota Tarakan.
Khairul berharap, langkah ini dapat memperkuat koordinasi antar pihak dalam penanganan kasus di lapangan.
“Harapannya, dengan keterlibatan semua pihak, penanganan TBC di Tarakan bisa lebih cepat dan penularannya bisa ditekan,” pungkasnya. (*)










