TARAKAN, Headlinews.id – Satu bangunan Panti Asuhan Arrohimin di Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara, ludes terbakar pada Senin (14/4/2026) siang.
Kebakaran tersebut menyebabkan bangunan yang selama ini digunakan sebagai tempat tinggal pengurus dan anak-anak panti mengalami kerusakan berat dan tidak lagi dapat difungsikan.
Seluruh penghuni yang sebelumnya beraktivitas di lokasi itu pun harus segera dievakuasi untuk menghindari risiko lanjutan, sekaligus menunggu penanganan lebih lanjut terhadap kondisi bangunan.
Kasi Pemadam Kebakaran pada Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan mengatakan laporan kebakaran diterima saat kondisi api sudah cukup besar dan cepat menjalar ke bagian bangunan lainnya.
“Begitu kami tiba di lokasi, api sudah menguasai sebagian besar bangunan. Jadi fokus kami saat itu bukan lagi penyelamatan barang, tetapi bagaimana mengendalikan api supaya tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi lingkungan sekitar yang berdekatan dengan permukiman warga membuat petugas harus segera mengambil langkah pengamanan di area sekitar titik api.
“Kami langsung lakukan pemblokiran di sisi kiri dan kanan bangunan, karena jarak antarbangunan cukup dekat. Kalau tidak cepat diisolasi, api berpotensi menjalar ke rumah warga di sekitarnya,” katanya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, sebanyak tiga armada dikerahkan dengan dukungan sekitar 25 personel yang bekerja untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan di lokasi kejadian.
“Alhamdulillah proses pemadaman berjalan lancar karena akses menuju lokasi cukup terbuka, sehingga mobilisasi personel dan suplai air tidak mengalami kendala berarti,” jelasnya.
Setelah api berhasil dikendalikan dan dilakukan pendinginan, petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan di area tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Tarakan Utara, Ghazy Prima Daffa Ohoirat menyampaikan bangunan yang terbakar merupakan fasilitas utama yang digunakan untuk aktivitas harian anak-anak panti dan pengurus.
“Bagian yang terbakar meliputi dapur, kamar tidur, dan ruang tengah yang selama ini digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Jadi memang sebagian besar area utama terdampak dan untuk sementara tidak bisa digunakan,” ujarnya.
Saat kejadian berlangsung, terdapat sekitar 20 orang yang berada di lingkungan panti, terdiri dari anak-anak dan pengurus yang tinggal di lokasi tersebut.
“Semua penghuni berhasil keluar dengan selamat saat kebakaran terjadi. Tidak ada korban jiwa, hanya satu orang yang mengalami luka ringan saat berusaha menyelamatkan barang dari dalam bangunan,” katanya.
Korban mengalami luka di bagian tangan akibat pecahan kaca dan telah mendapatkan penanganan medis tidak lama setelah kejadian berlangsung.
“Lukanya tidak serius, sudah ditangani dan saat ini kondisinya dalam keadaan baik,” tambahnya.
Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian.
“Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan, termasuk pengurus dan penghuni panti. Untuk penyebab pastinya masih dalam proses pendalaman dan belum bisa kami simpulkan,” ujarnya.
Saat ini lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi guna kepentingan olah tempat kejadian perkara serta proses penyelidikan lebih lanjut oleh tim kepolisian.
Sementara itu, perhatian juga diarahkan pada kondisi para penghuni panti yang terdampak kebakaran, terutama terkait kebutuhan tempat tinggal sementara dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Untuk sementara waktu, seluruh penghuni dipindahkan ke lokasi penampungan sambil menunggu langkah lanjutan dari pihak terkait.
“Kami masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan anak-anak panti mendapatkan tempat tinggal sementara yang aman dan kebutuhan mereka tetap terpenuhi setelah kejadian ini,” pungkasnya. (saf)








