TANA TIDUNG, Headlinews.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus mengupayakan Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor Minyak dan Gas (Migas) hasil eksploitasi di Tana Tidung bisa sepenuhnya mengalir ke kas daerah. Salah satu upaya yang sudah dilakukan, Bupati Ibrahim Ali mendatangi langsung Kementrian ESDM di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Tana Tidung, Saharin menuturkan Penerimaan Negara Bukan Pajak Sumber Daya Alam (PNBP SDA) pertambangan dari Tana Tidung masih berbagi dengan Nunukan.
“Ada kesepakatan bersama antara Pemkab Tana Tidung dan Nunukan, karena eksploitasi PT. Mandiri Inti Perkasa (MIP) yang batu bara dilaksanakan di wilayah yang batasnya masih belum clear (antara Nunukan dan Tana Tidung),” ujarnya, Selasa (16/4/2025).
Sehingga, keluarlah surat keputusan Menteri yang menyebutkan DBH dibagi dua menjadi masing-masing 50 persen untuk Nunukan dan Tana Tidung. Hal inilah yang menjadi alasan Bupati beserta jajarannya mendatangi Kementrian ESDM dan Kementrian Dalam Negeri saat itu.
“Supaya kita tidak berbagi lagi. Karena produksi sekarang sudah ada di Desa Menjelutung (Kecamatan Sesayap Hilir). Semua itu di wilayah Kabupaten Tana Tidung dan tidak adalagi di wilayah sengketa,” ungkapnya.
“Kalau misalnya DBH itu kita terima sampai 100 persen, kan APBD Tana Tidung bisa naik,” imbuhnya.
Sedangkan terhadap korporasi lainnya, Saharin menyebutkan sudah diupayakan agar masuk ke dalam APBD Tana Tidung dengan maksimal. Bahkan, pihaknya pun bekerjasama dengan semua perusahaan yang menjalankan kegiatan usahanya di Tana Tidung, dalam bentuk CSR.
“Kita berkolaborasi dan ada juga forum CSR dengan mengadakan rapat secara berkala, per 6 bulan sekali. Dalam waktu dekat, kita juga akan adakan pertemuan di Tarakan. Ada beberapa hal yang coba kita tawarkan melalui kolaborasi dengan perusahaan di Tana Tidung,” bebernya.
Tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi nanti kolaborasi ini juga akan merambah ke kesehatan, ekonomi dan lainnya. Hasilnya, diharapkan akan berdampak positif bagi perkembangan pembangunan dan perekonomian di Kabupaten Tana Tidung.
“Rencana kolaborasi ini sudah menjadi kesepakatan bersama dan disesuaikan dengan program pemberdayaan masyarakat ada di perusahaan itu. Jadi, kami menghubungkan lagi melalui kolaborasi dari program CSR,” tandasnya. (hr)










