NUNUKAN, Headlinews.id – Warga Desa Sri Nanti memanfaatkan momen sosialisasi Perda Ketahanan Keluarga oleh Anggota DPRD Kaltara Muhammad Nasir pada 26 November 2025 untuk menyampaikan berbagai kebutuhan infrastruktur dasar yang dianggap krusial bagi kehidupan sehari-hari mereka.
Dalam forum yang dihadiri ratusan warga, aspirasi yang muncul meliputi pengadaan bus sekolah, perbaikan jalan usaha tani, dan renovasi dermaga speedboat yang menjadi jalur transportasi utama menuju pusat kota dan pasar.
Warga menjelaskan jarak sekolah yang jauh membuat anak-anak kesulitan mengakses pendidikan, terutama bagi mereka yang orang tuanya bekerja sebagai karyawan perusahaan atau petani.
“Anak-anak harus menempuh jarak lebih dari 10 kilometer setiap hari. Jika ada bus sekolah, mereka bisa berangkat dengan aman dan lebih fokus belajar,” kata salah seorang orang tua siswa, Sumarni.
Selain itu, perbaikan jalan usaha tani menjadi prioritas karena akses yang buruk menghambat distribusi hasil pertanian. Banyak petani mengeluhkan kerusakan jalan yang memperlambat proses panen dan mengurangi nilai jual produk mereka.
Sementara dermaga speedboat yang kondisinya memprihatinkan membuat mobilitas warga terganggu, terutama saat cuaca buruk. Dermaga ini menjadi satu-satunya jalur transportasi yang menghubungkan Desa Sri Nanti dengan pusat ekonomi dan fasilitas kesehatan di kota.
Menanggapi aspirasi warga, Muhammad Nasir memastikan semua masukan akan dibawa ke tingkat pembahasan provinsi dan menjadi pertimbangan prioritas pembangunan.
“Sosialisasi Perda Ketahanan Keluarga tidak hanya untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya fondasi keluarga, tetapi juga untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Nasir.
Nasir menambahkan, setiap aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bagian dari pertimbangan dalam merancang pembangunan daerah yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi seluruh keluarga.
Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga stabilitas sosial. “Infrastruktur yang memadai akan meringankan beban rumah tangga, mendukung pendidikan anak, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Semua itu sejalan dengan tujuan Perda Ketahanan Keluarga,” kata Nasir.
Forum sosialisasi ini menunjukkan kegiatan legislasi dapat menjadi wahana dialog dua arah antara wakil rakyat dan masyarakat. Selain penyampaian regulasi, warga memperoleh kesempatan untuk mengemukakan permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari kebutuhan dasar hingga isu sosial yang berdampak pada kualitas hidup keluarga.
Dengan mendengar langsung aspirasi warga, DPRD Kaltara berharap pembangunan di Nunukan dapat lebih tepat sasaran, serta memperkuat peran keluarga sebagai fondasi moral, sosial, dan ekonomi masyarakat.
Nasir menegaskan regulasi seperti Perda Ketahanan Keluarga akan lebih bermakna jika implementasinya mampu menanggapi kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
“Regulasi hanya akan efektif jika mampu menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Mendengar suara warga menjadi langkah pertama agar pembangunan benar-benar menyentuh keluarga,” pungkas Nasir. (*/saf)










