TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Penanganan stunting menjadi prioritas utama dalam program pemberdayaan masyarakat di wilayah pelosok dan perbatasan Kalimantan Utara.
Upaya terpadu yang mencakup kesehatan, edukasi gizi, dan pemberdayaan ekonomi keluarga dianggap penting untuk memastikan anak-anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan optimal.
Beberapa desa di perbatasan Kaltara masih menghadapi tantangan serius terkait gizi anak. Keterbatasan akses pangan bergizi, layanan kesehatan yang minim, dan kurangnya edukasi bagi orang tua menjadi faktor utama tingginya angka stunting di wilayah ini.
“Penanganan stunting bukan hanya soal pemberian makanan tambahan. Diperlukan intervensi menyeluruh yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat, supaya dampaknya benar-benar dirasakan,” ujar Rahman, anggota Komisi IV DPRD Kaltara.
Rahman menambahkan, akses yang sulit ke wilayah terpencil menuntut pendekatan inovatif, termasuk layanan kesehatan keliling, posyandu mobile, serta edukasi gizi bagi orang tua dan kader kesehatan desa. Ia menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program.
“Ketika keluarga memiliki pemahaman yang baik tentang gizi dan pola asuh anak, serta akses ke layanan medis, anak-anak di wilayah perbatasan memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat,” jelasnya.
Selain itu, Rahman menyoroti pentingnya keterlibatan lintas sektor dalam penanganan stunting. Kerjasama antara pemerintah daerah, puskesmas, kader posyandu, dan masyarakat lokal menjadi faktor penentu keberhasilan program.
Monitoring rutin dan verifikasi data anak balita serta ibu hamil juga menjadi langkah strategis untuk memastikan intervensi tepat sasaran.
Komisi IV DPRD Kaltara berharap penanganan stunting yang menyasar wilayah pelosok dapat menjadi model bagi daerah lain di provinsi ini.
Dengan program yang tepat dan kolaborasi yang baik, Rahman optimistis angka stunting di Kaltara akan menurun secara signifikan, sehingga generasi muda dapat tumbuh dengan sehat, cerdas, dan produktif.
“Program ini masa depan generasi di perbatasan. Jika dilakukan dengan serius, intervensi stunting bisa meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkas Rahman,” pungkasnya. (*/rn)










