TARAKAN, Headlinews.id — Rangkaian data ekonomi yang dipaparkan Bank Indonesia dalam Benuanta Investment and Economic Summit menjadi perhatian serius Wakil Ketua DPRD Kalimantan Utara, Muddain.
Ia menegaskan informasi tersebut merupakan alarm bagi pemerintah daerah agar bergerak cepat menyiapkan kebijakan yang mampu mengoptimalkan peluang investasi besar di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).
Menurut Muddain, dua kawasan industri strategis tersebut dapat menjadi lokomotif ekonomi Kaltara dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi BI menunjukkan KIHI–KIPI berpotensi menyerap hingga 140 ribu tenaga kerja serta menghadirkan investasi mencapai Rp506 triliun pada periode 2024–2030.
“Ini bukan peluang biasa. Ini peluang yang bisa mengubah struktur ekonomi Kalimantan Utara secara signifikan. Karena itu pemerintah harus benar-benar siap menyusun kebijakan yang tepat,” ujarnya usai hadir dalam kegiatan tersebut, Jumat (21/11/2025).
Ia menekankan data yang disampaikan BI seharusnya menjadi landasan perumusan strategi pembangunan ekonomi, terutama karena percepatan aktivitas industri di KIHI–KIPI akan menimbulkan lonjakan kebutuhan tenaga kerja, logistik, infrastruktur pendukung, hingga kesiapan wilayah sekitar kawasan.
“Data BI tadi sangat jelas menunjukkan arah perkembangan ekonomi kita. Pemerintah harus menindaklanjutinya, bukan hanya melihat angka, tetapi menerjemahkan informasi itu menjadi kebijakan konkret,” kata Muddain.
Menurutnya, tanpa kesiapan kebijakan daerah, manfaat investasi besar tersebut bisa tidak optimal bagi masyarakat. Ia menilai pemerintah provinsi harus memastikan seluruh aspek pendukung.
Mulai dari kesiapan SDM lokal, penyelarasan tata ruang, hingga kemudahan pelayanan berada dalam satu roadmap kebijakan jangka menengah.
“Kita punya kesempatan besar. Tapi kesempatan itu hanya akan menjadi angka jika tidak dipersiapkan dengan baik. Daerah harus hadir dengan strategi yang jelas agar masyarakat Kaltara benar-benar menjadi penerima manfaat utama,” tegasnya.
Muddain juga menilai forum seperti Benuanta Investment and Economic Summit sangat strategis karena memberikan gambaran menyeluruh mengenai arah ekonomi Kaltara ke depan.
Ia pun berharap seluruh data dan asesmen Bank Indonesia tidak berhenti sebagai paparan, tetapi menjadi pijakan untuk memperkuat kesiapan daerah menghadapi gelombang investasi besar.
“Ini momentum yang harus kita jaga. Investasi ratusan triliun sedang bergerak menuju Kaltara. Jangan sampai kita tidak siap,” tegasnya. (saf)










