NUNUKAN, Headlinews.id– Kepolisian Resor Nunukan kembali mengungkap kasus peredaran narkotika di wilayah perbatasan. Seorang pria berinisial S (31) diamankan aparat saat diduga hendak mendistribusikan sabu di kawasan Sebatik Tengah, Selasa (7/4) dini hari.
Kasi Humas Polres Nunukan Sunarwan mengungkapkan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga terkait aktivitas mencurigakan di wilayah Desa Sungai Limau.
“Awalnya kami dapat informasi dari masyarakat, katanya ada rencana transaksi narkotika di lokasi itu. Dari situ anggota langsung turun melakukan penyelidikan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, saat dilakukan pemantauan, petugas melihat seorang pria datang dari arah perbatasan dengan menggunakan sepeda motor dan menunjukkan gelagat yang tidak biasa.
“Anggota melihat gerak-geriknya mencurigakan, jadi langsung dihentikan untuk dilakukan pemeriksaan di tempat,” jelasnya.
Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan warga sekitar, petugas menemukan satu paket sabu yang disembunyikan pelaku di bagian pakaian.
“Waktu digeledah, ditemukan sabu yang diselipkan di lipatan celana. Memang sengaja disembunyikan supaya tidak kelihatan,” katanya.
Selain barang bukti sabu dengan berat bruto 24,89 gram, polisi juga mengamankan sepeda motor, telepon genggam, serta sejumlah barang lainnya yang digunakan pelaku.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku mendapatkan barang tersebut dari Tawau, Malaysia, dengan harga sekitar RM1.600 dan rencananya akan diserahkan kepada seseorang di wilayah Sebatik.
“Pengakuannya, dia cuma disuruh antar. Barang itu dibeli dari Tawau, nanti akan diserahkan lagi ke orang lain dengan imbalan,” ungkap Sunarwan.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang terlibat, termasuk sosok penerima yang telah disebutkan pelaku.
“Kami masih dalami, termasuk siapa yang menyuruh dan yang akan menerima barang ini. Itu masih dalam pengembangan,” tambahnya.
Ia menegaskan, wilayah perbatasan masih menjadi jalur rawan peredaran narkotika sehingga pengawasan terus diperketat.
“Perbatasan ini memang jadi perhatian kami, karena rawan dijadikan jalur masuk. Makanya patroli dan pengawasan terus kami tingkatkan,” tegasnya.
Sunarwan juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi kepada kepolisian.
“Kalau ada yang mencurigakan, segera laporkan. Informasi dari masyarakat sangat membantu kami di lapangan,” pungkasnya.
Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Nunukan untuk proses penyidikan lebih lanjut, sementara pengembangan kasus masih terus dilakukan. (rn)







