NUNUKAN, Headlinews.id – Pekerjaan drainase di depan Puskesmas Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, diminta segera diperiksa oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Nunukan.
Ketua Komisi I DPRD Nunukan, Andi Muliono, meminta pemeriksaan dilakukan langsung di lokasi untuk memastikan hasil pengerjaan sesuai spesifikasi teknis.
Permintaan itu disampaikan setelah ia menemukan sejumlah kondisi fisik pekerjaan yang dinilai belum memuaskan. Pemasangan batu terlihat tidak merata, sedangkan ketebalan konstruksi juga dipertanyakan. Menurut Andi, kondisi tersebut harus diperiksa sebelum pengerjaan berlanjut lebih jauh.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, masih ada bagian pekerjaan yang kualitasnya kami pertanyakan. Susunan batunya tidak merata dan ketebalannya juga belum meyakinkan. Dinas PU harus datang langsung untuk melihat hasil pekerjaan ini, bukan cuma menerima laporan,” ujarnya.
Andi menilai pemeriksaan lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan teknis. Ia meminta instansi terkait mencocokkan kondisi fisik drainase dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam kontrak pekerjaan.
Ia juga mempertanyakan pola pengawasan selama proyek berlangsung. Berdasarkan informasi yang disampaikannya, pekerjaan disebut dikerjakan pada malam hari, sementara keberadaan pengawas di lokasi tidak terlihat saat dilakukan pengecekan.
“Pengawasan harusnya berjalan sejak pekerjaan dimulai sampai selesai. Kalau pengerjaan berlangsung malam hari, pengawas tetap harus memastikan setiap tahapan dikerjakan dengan benar. Jangan sampai kekurangan baru diketahui setelah pekerjaan selesai,” katanya.
Menurut Andi, pengerjaan pada malam hari membutuhkan pengawasan yang memadai, termasuk penerangan di lokasi kerja. Kondisi pencahayaan yang kurang dapat mengganggu ketelitian pekerja, terutama pada pekerjaan yang membutuhkan ketepatan susunan batu dan ukuran konstruksi.
“Dari sisi kualitas, ini harus menjadi perhatian serius. Dinas PU harusnya segera turun ke lokasi paling lambat keesokan paginya untuk memeriksa kondisi pekerjaan. Nanti, hasil pemeriksaan itu bisa menjadi dasar untuk menentukan tindakan korektif, kalau ditemukan bagian yang tidak sesuai spesifikasi,” tandasnya.
Andi juga membuka kemungkinan pergantian pelaksana apabila kekurangan pekerjaan tidak dapat dibenahi. Evaluasi sejak awal dinilai lebih efektif untuk mencegah persoalan berlanjut hingga proyek selesai.
Ia meminta pemerintah daerah memastikan setiap tahapan pengerjaan drainase berjalan sesuai ketentuan teknis agar hasil akhirnya dapat digunakan sebagaimana mestinya.
“Pekerjaan ini menggunakan anggaran pemerintah, sehingga hasilnya harus sesuai dengan spesifikasi. Kalau ditemukan kekurangan, segera benahi. Apabila pelaksana tidak mampu memperbaiki kualitasnya, pergantian pelaksana juga harus dipertimbangkan,” tegasnya. (*/fn)








