TARAKAN, Headlinews.id – Aksi pencurian menyasar kawasan sentra kuliner Taman Berlabuh, Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur. Sejumlah rombong pedagang ditemukan dalam kondisi rusak dan terbuka, diduga dibobol pelaku pada Kamis (8/1/2026) dini hari.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya enam rombong pedagang mengalami pembobolan. Namun hingga siang hari, baru tiga pedagang yang melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke Polres Tarakan. Kerugian dari peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan ribu rupiah.
Salah seorang pedagang, Ifransyah mengatakan kerusakan paling banyak terjadi pada bagian belakang rombong. Pelaku diduga masuk dengan cara membuka penutup seng dan merusak pengaman rombong menggunakan alat sederhana.
“Rombong kami dibuka dari belakang. Baut sengnya dilepas, jadi pelaku bisa masuk dengan mudah,” ujarnya.
Selain uang tunai, pelaku juga mengambil berbagai barang dagangan milik pedagang. Barang yang hilang di antaranya tabung gas elpiji, telur, buah-buahan, serta bahan jualan lainnya yang disimpan di dalam rombong.
Peristiwa pencurian diperkirakan terjadi menjelang subuh. Rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi masih menunjukkan kondisi aman hingga sekitar pukul 01.00 WITA. Namun setelah itu, kamera CCTV diduga dirusak untuk menghilangkan jejak.
“CCTV ada yang direndam, ada juga yang diambil kartu memorinya. Jadi rekamannya tidak bisa dilihat,” kata Ifransyah.
Mengetahui kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas juga mengumpulkan keterangan awal dari para pedagang yang menjadi korban.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Tarakan, IPDA Eko Susilo, membenarkan adanya laporan pencurian di kawasan Taman Berlabuh. Hingga saat ini, laporan resmi baru diterima dari tiga pedagang.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi. Laporan yang masuk sementara ada tiga korban,” ujarnya.
IPDA Eko menjelaskan, modus pelaku diduga dengan cara merusak gembok dan bagian belakang rombong. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lebih dari satu orang, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.
Pihak kepolisian memastikan akan terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang di kawasan usaha masyarakat.
“Penyelidikan masih berjalan. Kami juga mengimbau korban lain agar segera melapor supaya penanganan bisa maksimal,” tegasnya. (saf)










