Selasa, Oktober 27, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Isu Oplosan Merebak, Pertamax Tetap Terpilih

by Redaksi 1
19 Maret 2025
in Ekonomi, Tarakan
A A
Isu Oplosan Merebak, Pertamax Tetap Terpilih

Salah satu pembeli Pertamax di Pertashop, tetap setia meski ada isu oplosan. (Foto : Sahida/Headlinews.id)

TARAKAN, Headlinews.id – Sejak Pertamax diterpa isu oplosan beberapa waktu lalu, kepercayaan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM) terbaik yang menjadi produk andalan Pertamina ini berdampak juga pada penurunan penjualan disejumlah daerah.

Meski demikian, di Tarakan, Kalimantan Utara masih banyak konsumen Pertamax yang tidak terpengaruh dengan isu oplosan. Tetap menjadi pilihan konsumsi masyarakat, Pertamax terus dicari dan konsumennya masih percaya keunggulan BBM jenis RON 92 tersebut.

Mukui, pemilik Pertashop CV. Barokah Intimung Sukses di Jalan Slamet Riyadi Kampung Bugis, Kelurahan Karang Anyar mengatakan pembelian Pertamax di pertashop miliknya tetap terlayani dengan baik. Sejumlah pembeli setia tetap datang setiap harinya.

BACA JUGA
  • Antrean SPBU Berlarut, Pemprov Kaltim Minta Distribusi BBM Diperlancar
  • Dua Tugboat Pertamina Trans Kontinental Bergerak Cepat, Evakuasi 17 Kru MV Khatulistiwa 8 di Perairan Tuban
  • Distribusi BBM Nunukan Diminta Diperkuat hingga Pedalaman dan Krayan

“Mungkin ada kekhawatiran saja dari masyarakat. Kalau sampai saat ini pelanggan kami masih setia,” ujarnya Senin (18/3/2025).

Ia bahkan mengaku kerap mengajak pembelinya berdiskusi soal pilihan membeli Pertamax, terutama kendaraan roda dua. Ternyata salah satu alasan para pembeli ini tetap setia dengan Pertamax karena merasakan perbedaan pada mesin saat digunakan.

“Katanya tarikan lebih kencang, suara (mesin) juga halus. Kalau Pertalite murah dan harga lebih murah tetapi masih lebih baik pakai Pertamax. Kita sekarang kalau beli motor, dari dealer pasti suruh beli Pertamax. Apalagi motor yang injeksi,” tuturnya.

Hanya saja, dampak isu oplosan tetap terasa. Diakuinya, adanya pengurangan konsumsi Pertamax hingga hingga 40 persen. Padahal, pertashop yang dibukanya sejak tahun 2021 ini sebelumnya tidak pernah sepi pembeli.

Baca Juga  Labkesda Tarakan Terakreditasi Paripurna, Mutu Layanan Tetap Dievaluasi Berkala

“Merosot sampai 40 persen, waktu pertama saya buka tahun 2021 itu sangat ramai pembeli bisa dapat sampai 1 kiloliter (1.000 liter). Karena memang ini (Pertashop) yang terdekat, selisih harga hanya Rp100 dengan di SPBU. Sekarang merosot, (penjualan) hanya sekitar 300 sampai 400 liter,” ungkapnya.

Ia pun menyebut, Pertamax sudah berkali-kali mengalami perubahan harga. Naik turunnya harga ini tidak berpengaruh pada jumlah penjualan. Barulah pada saat dihantam isu oplosan, ia harus pasrah dengan menurunnya konsumen yang membeli.

“Dulu, kalau sudah pagi sama sore hari pasti ramai, kan itu waktu orang pergi bekerja dan anak pergi sekolah. Sekarang pas isu oplosan mereka takut, cuma mobil mewah masih ada saja membeli ya tidak sebanyak dulu. Tapi kalau motor saya lihat masih banyak, apalagi yang model lama,” ungkapnya.

Pengendara yang mengisi di Pertashop tersebut pun menyatakan hal yang sama. Suparman, pegawai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengaku terus menggunakan Pertamax sejak pertama kali bahan bakar tersebut diluncurkan.

Baginya, bukan persoalan harga yang menjadi penilaian. Tetapi, kendaraan 4 tak miliknya menjadi lebih bertenaga dan tarikan mesinnya bersuara jernih setelah menggunakan Pertamax.

“Bayangkan saja, saya kalau melayani pelanggan untuk pelayanan air bersih sampai ke daerah yang jauh dan akses jalannya tidak beraspal. Kalau menggunakan Pertamax, suara mesin tetap halus. Makanya saya tidak beralih lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tidak ada perbedaan sejak isu oplosan merebak. Pemakaian tetap seperti biasa dan kinerja mesin motornya juga tidak ada perubahan.

“Kalau dibilang oplosan, kan harusnya motor model lama yang saya punya ini sudah terasa. Tapi ini tetap sama saja, pokoknya tidak ada perubahan makanya saya tetap pakai Pertamax,” tandasnya.

Baca Juga  Kapolda Kaltara Terima Kunjungan SKK MIGAS dan KKKS, Perkuat Kolaborasi Sektor Migas

Sementara itu, Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel, Ferdi Kurniawan saat dikonfirmasi mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi Pertamax. Ia pastikan, Pertamina hingga saat ini terus berupaya meyakinkan para konsumen Pertamax agar tidak mempercayai isu yang beredar.

“Saya sampaikan untuk masyarakat Kota Tarakan, jangan khawatir. Tidak ada oplosan dan untuk kebutuhan BBM di Tarakan ini tidak ada kekurangan,” tegasnya, Selasa (19/10/2025).

Namun, Ferdi mengakui adanya penurunan cukup signifikan dan bahkan berdampak secara nasional. Meskipun tidak ada kompetitor, tetapi secara pola konsumsi masyarakat mulai bergeser kembali menggunakan BBM bersubsidi, Pertalite.

“Masyarakat yang tadinya mulai nyaman menggunakan Pertamax, karena ada muncul isu ini, mereka kembali lagi ke Pertalite. Kita tidak pungkiri ada pengurangan konsumsi nonsubsidi di Tarakan,” ujarnya,

Ferdi mengungkapkan, biasanya sebelum ada isu tidak sedap tersebut tingkat konsumsi masyarakat bisa mencapai 8 ton atau 1 tangki sehari. Sekarang kurang dari 1 tangki dengan kisaran 5 ton saja atau bahkan kurang.

“Cukup berdampak, cuma kita bisa bangun kembali karena memang pola pikir masyarakat ini tidak presensitif selama produknya memang masih ada dipastikan Pertamax ini akan laku,” ungkapnya.

Meski terjadi pergeseran pola konsumsi, untuk kuota Pertalite saat ini tidak ada penambahan dan masih sama. Salah satu penyebabnya, kebutuhan Pertalite di Tarakan terjadi secara merata dan tidak hanya satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saja yang memerlukan kuota lebih besar.

“Tapi, memang di rata-rata hampir seluruh SPBU itu kebutuhannya cukup lumayan. Jadi, tidak berpengaruh signifikan. Ketika di satu SPBU mau habis, maka ada SPBU lainnya juga masih ada,” pungkasnya.

Ia menyebutkan, di Tarakan ada 3 SPBU reguler yakni di SPBU Mulawarman, SPBU Ladang dan SPBU Kampung Empat. “Rata-rata untuk pergeseran Pertalite ini ke semua SPBU reguler berkisar 2 tangki atau 3 tangki perhari,” sebutnya.

Baca Juga  77 Warga Terima Bantuan Cadangan Pangan Pemkot Tarakan

Pihaknya juga sudah melakukan sejumlah upaya untuk kembali mendapatkan kepercayaan masyararakat terhadap BBM nonsubsidi. Strategi marketing untuk Pertamax, akan ada promo menggunakan aplikasi web Pertamina.

Promo transaksi dengan cara cashless menggunakan aplikasi MyPertamina ini kemungkinan akan dibuat seperti promo bundling atau diskon.

Pertamina, kata dia mengajak masyarakat mendaftarkan barcode sebagai pendataan. Namun, saat pemerintah pusat kedepannya mengunci kendaraan tertentu saja yang menggunakan barcode, maka pihaknya harus mempersiapkan BBM nonsubsidi sebagai subsitusinya.

“Jadi, membuat masyarakat ini tertarik untuk beralih lagi ke Pertamax. Karena di satu sisi BBM untuk Pertalite dan Solar sudah dibentuk pakai barcode. Memang terbatas, belum nanti ketika barcode ini dikunci untuk jenis kendaraan tertenti. Kalau saat ini kan belum,” tuturnya. (saf)

 

Reporter : Sahida

Tags: bahan bakarBBMDistribusi BBMEkonomiEnergiharga bbmkecurangan bbmKonsumenkriminalkualitas pertamaxMigasminyak dan gasoplosanpengawasan bbmpenipuan bbmPertamaxPertaminapoldaSPBUstasiun pengisian bahan bakar
Advertisement Banner

Baca Juga

ISPU Naik Turun, Sekolah di Tarakan Bisa Putuskan BDR Tanpa Tunggu Disdik
Tarakan

ISPU Naik Turun, Sekolah di Tarakan Bisa Putuskan BDR Tanpa Tunggu Disdik

26 Oktober 2026
Dari Instalasi Laut hingga Gantungan Kunci, Cara SavEnvironment Olah Sampah
Ekonomi

Dari Instalasi Laut hingga Gantungan Kunci, Cara SavEnvironment Olah Sampah

26 Oktober 2026
Rumah Sudirman Direhabilitasi, Lima Warga Jadi Sasaran RTLH TMMD Tarakan
Tarakan

Rumah Sudirman Direhabilitasi, Lima Warga Jadi Sasaran RTLH TMMD Tarakan

26 Oktober 2026
Setelah Berulang Kali Diusulkan, Rumah Sudirman Akhirnya Dibangun TMMD
Tarakan

Setelah Berulang Kali Diusulkan, Rumah Sudirman Akhirnya Dibangun TMMD

26 Oktober 2026
TMMD Tarakan Hadirkan Semangat Kerja Bersama di Kampung Satu Skip
Tarakan

TMMD Tarakan Hadirkan Semangat Kerja Bersama di Kampung Satu Skip

26 Oktober 2026
Warga RT 10 Kampung Satu Skip Rasakan Manfaat Sumur Bor TMMD
Tarakan

Warga RT 10 Kampung Satu Skip Rasakan Manfaat Sumur Bor TMMD

26 Oktober 2026
Next Post
Kapolda Tegaskan Jaminan Keamanan Dan Kepastian Hukum Pemilik Tanah yang Sah

Kapolda Tegaskan Jaminan Keamanan Dan Kepastian Hukum Pemilik Tanah yang Sah

Operasi Khusus Amankan Arus Mudik dan Lebaran 2025, Libatkan 1.577 Personel Gabungan   

Operasi Khusus Amankan Arus Mudik dan Lebaran 2025, Libatkan 1.577 Personel Gabungan  

Tidak Terdaftar di SIMIRAH, Pedagang Temukan Keanehan Kemasan MinyaKita

Tidak Terdaftar di SIMIRAH, Pedagang Temukan Keanehan Kemasan MinyaKita

Berita Populer

  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Tarakan Siapkan Lahan SNT 11, Gedung Permanen Ditargetkan Tahun Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langgar Aturan, Tiga Anggota Polresta Bulungan Kehilangan Status Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Debitur PT IDK Grup Susul Empat Tersangka Bank di Tahap II Kasus Kredit Fiktif BPD Kaltimtara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakapolda Kaltara Hadiri Penyambutan Wakil Panglima TNI dalam Rangka Kunjungan Kerja di Wilayah Kalimantan Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.