KETELADANAN Nabi Muhammad SAW menjadi inspirasi utama dalam menjalankan ibadah puasa. Melalui kisah-kisah beliau, anak-anak diajak memahami makna Ramadhan sebagai bulan penuh rahmat dan kebaikan.
Nabi Muhammad SAW menjalankan puasa dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan. Beliau mencontohkan sahur, berbuka dengan sederhana, serta memperbanyak ibadah dan sedekah selama bulan suci.
Dalam berbagai riwayat, Rasulullah dikenal meningkatkan kualitas ibadah saat Ramadhan. Beliau memperbanyak membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, serta menunjukkan akhlak yang semakin lembut kepada sesama. Sikap tersebut menjadi teladan dalam membangun kesabaran dan kepedulian sosial.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ
“Idzaa jaa’a Ramadhanu futihat abwaabul Jannah wa ghulliqat abwaabun Naar wa suffidatisy syayaathiin.”
Artinya: “Ketika datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari & Muslim).
Hadis tersebut menggambarkan kemuliaan bulan Ramadhan sebagai waktu yang penuh keberkahan. Umat Islam didorong untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat keimanan.
Kesederhanaan Rasulullah saat berbuka puasa juga menjadi pelajaran penting. Beliau mengajarkan rasa syukur, tidak berlebihan, serta selalu berbagi kepada yang membutuhkan. Nilai-nilai tersebut membentuk karakter sabar, rendah hati, dan peduli terhadap sesama.
Melalui kisah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, Ramadhan menjadi momentum untuk memperbaiki diri. Nilai kesungguhan, kesabaran, dan kebaikan yang dicontohkan Rasulullah menjadi pedoman dalam menjalankan ibadah puasa dengan penuh makna.(*)










