TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Tren kemiskinan di Kabupaten Bulungan terus bergerak menurun sejak 2022, dengan jumlah penduduk miskin pada 2025 tercatat sebanyak 9,92 ribu jiwa atau 7,26 persen dari total penduduk.
Penurunan tersebut terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Pemerintah Kabupaten Bulungan, menunjukkan capaian terendah dalam enam tahun terakhir. Kondisi ini menandai perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat pascapandemi.
Kepala Bappeda-Litbang Bulungan, Iwan Sugianta menuturkan capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi kebijakan pembangunan daerah yang diarahkan pada penguatan program lintas sektor dan pemanfaatan data sosial ekonomi secara terintegrasi.
“Penurunan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada proses panjang melalui perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program yang saling terhubung antarperangkat daerah,” kata Iwan, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, penanganan kemiskinan di Bulungan difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, menekan beban pengeluaran masyarakat melalui penyediaan bantuan sosial, peningkatan akses layanan dasar, serta intervensi subsidi yang disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga rentan.
Kedua, mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dengan memperkuat sektor-sektor produktif, seperti UMKM, pertanian, perikanan, serta penciptaan peluang kerja berbasis potensi lokal. Ketiga, penanganan wilayah dengan konsentrasi kemiskinan tinggi melalui pendekatan spasial.
“Pendekatan wilayah menjadi penting karena karakter kemiskinan di setiap kecamatan tidak sama. Intervensi perlu disesuaikan dengan kondisi lokal,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bulungan memanfaatkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan sasaran program. Selain itu, sejumlah intervensi sosial juga diarahkan melalui pelaksanaan sekolah rakyat untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan.
“Dengan basis data yang lebih akurat, program dapat diarahkan langsung ke kelompok yang membutuhkan, sehingga dampaknya lebih terasa,” tambah Iwan.
Berdasarkan catatan BPS, jumlah penduduk miskin di Bulungan sempat meningkat pada periode 2020–2021 akibat tekanan ekonomi, dari 12,4 ribu jiwa pada 2019 menjadi 13,48 ribu jiwa pada 2021. Namun sejak 2022, tren tersebut berbalik arah dan terus mengalami penurunan hingga 2025.
Secara wilayah, Kecamatan Tanjung Selor tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak, yakni 6.677 jiwa. Hal ini dipengaruhi oleh besarnya jumlah penduduk dibandingkan kecamatan lainnya.
“Konsentrasi penduduk tentu berbanding lurus dengan jumlah penduduk miskin. Karena itu, kebijakan berbasis wilayah tetap menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan ke depan,” tegasnya. (rn)









