TANJUNG SELOR, Headlinews.id– Sebuah rumah kosong yang telah lama tidak ditempati diduga menjadi titik awal kebakaran yang melanda kawasan permukiman Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, pada Rabu sore (14/1/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan tiga rumah warga dan satu bangunan Lamin Adat Peso terbakar, sementara sejumlah rumah lain di sekitarnya mengalami dampak akibat panas dan asap.
Kebakaran terjadi di kawasan permukiman yang didominasi bangunan berbahan kayu, sehingga api cepat menjalar.
Kepala Polresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui P.S. Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo, menyampaikan, kejadian pertama kali diketahui warga sekitar pukul 17.00 WITA.
“Api awalnya terlihat dari salah satu rumah yang sudah lama tidak dihuni. Karena kondisi bangunan kayu dan cuaca kering, api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain,” jelas Aipda Hadi.
Bangunan yang terdampak kebakaran diketahui milik Jalung Usat dan Anton Elias, satu unit Lamin Adat Peso, serta satu rumah dinas bidan yang dalam kondisi kosong.
Selain itu, sedikitnya empat rumah warga di sekitar lokasi turut terdampak akibat radiasi panas dan kepulan asap tebal.
Warga setempat menyadari adanya kebakaran setelah asap pekat dan hawa panas mulai masuk ke dalam rumah. Dalam kondisi panik, warga berusaha menyelamatkan diri serta barang-barang berharga sebelum api semakin meluas.
Upaya pemadaman dilakukan secara manual dengan melibatkan warga Desa Long Peso, Long Bia, dan Muara Pangean, dibantu personel Polsek Peso dan Koramil Peso. Air diambil dari parit dan sumber air sekitar lokasi kejadian untuk menahan laju api.
“Pemadaman dilakukan secara gotong royong karena lokasi cukup jauh dari sumber air besar. Berkat kerja sama warga dan petugas, api akhirnya bisa dikendalikan,” tambahnya.
Dari hasil pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materiel diperkirakan mencapai sekitar Rp700 juta.
Pihak kepolisian menduga kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik dari rumah kosong yang sudah bertahun-tahun tidak ditempati.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik, khususnya pada bangunan tidak berpenghuni, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” harapnya. (rn)









