TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Menjelang rencana peluncuran resmi, Pemerintah Kabupaten Bulungan menggelontorkan anggaran Rp12,5 miliar melalui APBD 2026 untuk mematangkan pembangunan dan penataan kawasan Kebun Raya Bundayati.
Anggaran tersebut dialokasikan sebagai bagian dari tahap akhir pengembangan kebun raya yang saat ini masih dalam proses penyelesaian infrastruktur dan pengaturan ruang kawasan.
Pemerintah daerah menilai percepatan perlu dilakukan agar fungsi kebun raya dapat berjalan optimal saat diresmikan.
Pengelolaan anggaran pengembangan Kebun Raya Bundayati dilaksanakan oleh dua organisasi perangkat daerah, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan.
Kedua perangkat daerah tersebut menangani pekerjaan fisik sekaligus penataan kawasan berbasis konservasi.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, aktivitas masyarakat yang cukup tinggi di kawasan kebun raya perlu diatur selama proses penyelesaian pembangunan berlangsung.
“Penyelesaian pembangunan harus berjalan tertib agar hasil pekerjaan aman dan sesuai perencanaan,” ujar Syarwani, Selasa (27/1/2026).
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menetapkan batas waktu penyelesaian pekerjaan fisik menjelang agenda peluncuran resmi.
“Perangkat daerah terkait diminta fokus menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan,” katanya.
Syarwani juga menegaskan Kebun Raya Bundayati dipersiapkan sebagai kawasan multifungsi yang menggabungkan unsur konservasi, edukasi, dan ruang publik.
“Kawasan ini disiapkan sebagai ruang terbuka hijau yang memiliki nilai lingkungan dan pengetahuan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda-Litbang Bulungan, Iwan Sugiyanta menjelaskan, anggaran Rp12,5 miliar digunakan untuk menyempurnakan berbagai fasilitas penunjang di dalam kawasan kebun raya.
“Pekerjaan meliputi penyelesaian jembatan, musala, toilet, gazebo, labirin, embung, amfiteater, serta bangunan rumah adat tiga etnis,” jelas Iwan.
Menurutnya, pengembangan Kebun Raya Bundayati telah memasuki tahap akhir sehingga diperlukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan agar sesuai spesifikasi teknis.
“Fokus saat ini berada pada tahap penyempurnaan kawasan sebelum peluncuran,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, Pemkab Bulungan juga menyiapkan aspek ilmiah kebun raya melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), termasuk pendataan vegetasi dan penyusunan dokumen tanaman koleksi.
Iwan menyebut dinamika di lapangan selama tahap penyelesaian pembangunan perlu diantisipasi agar tidak menghambat pekerjaan yang sedang berjalan.
“Pengelolaan aktivitas di kawasan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan supaya proses pembangunan tetap berjalan aman dan terkendali,” tutupnya. (rn)









