BERAU, Headlinews.id – Tim Respon Bencana Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim di Berau bersama tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang anak yang dilaporkan hilang di Sungai Kelay, Berau. Anak tersebut, yang identitasnya tidak disebutkan, hilang sejak Rabu (27/08/2025) setelah bermain bersama dua temannya di area pinggir sungai bekas tambang penyedotan pasir.
Menurut informasi dari rekan-rekan korban, mereka sedang asyik mencari ikan di sekitar lokasi yang terdapat sebuah kapal rusak. Beberapa menit kemudian, ketika dipanggil, korban tidak memberikan respons dan keberadaannya tidak diketahui. Kejadian ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib, yang kemudian membentuk tim pencarian gabungan.
Kabagops Satbrimob, AKBP Nugroho Widihyanto, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa personel Brimob dari Kompi 3 Batalyon C Pelopor Berau segera dikerahkan untuk membantu proses pencarian. “Kami mendapat laporan adanya orang hilang di Sungai Kelay. Kami langsung perintahkan tim untuk bergerak cepat dan bersinergi dengan Basarnas dan tim SAR lainnya,” ujarnya. “Pencarian ini akan terus kami lakukan sampai korban ditemukan,” tambahnya.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Brimob, Basarnas, BPBD, dan relawan, menyisir area sungai dan pinggirannya. Kondisi air sungai yang keruh dan arus yang cukup deras menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian ini. Tim penyelam juga dikerahkan untuk memeriksa dasar sungai, sementara tim darat menyisir tepian sungai dan area sekitar lokasi kejadian.
Ditemui di tempat berbeda, Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Andy Rifai mengatakan, “Ini adalah bentuk respons cepat dan kepedulian kami terhadap masyarakat. Kehadiran Brimob di sini adalah wujud nyata dari tugas kami sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat.” Ia juga menambahkan, “Kami bertekad untuk mengerahkan segala sumber daya yang ada guna menemukan korban. Mohon doanya agar operasi ini membuahkan hasil.”
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus berupaya semaksimal mungkin, berharap dapat menemukan korban dalam keadaan selamat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memberikan informasi yang valid jika memiliki petunjuk terkait keberadaan korban. Operasi pencarian akan dilanjutkan hingga batas waktu yang telah ditentukan, sambil terus memantau perkembangan di lapangan.(*)