BALIKPAPAN, Headlinews.id – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi salah satu fase krusial yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ketua Bunda PAUD Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa perhatian orang tua untuk menyekolahkan anak sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
Ia menjelaskan, usia emas perkembangan anak tidak akan terulang. Pada periode inilah kemampuan kognitif, emosional, hingga sosial anak berkembang sangat pesat.
“Kalau anak-anak dibiasakan belajar sejak usia dini, mereka akan tumbuh lebih siap menghadapi jenjang sekolah berikutnya. Karena itu, PAUD bukan sekadar tempat bermain, tetapi ruang untuk membentuk dasar kepribadian dan karakter,” ucap Nurlena dalam kegiatan karnaval IGTKI Balikpapan, Sabtu (23/8/2025).
Kegiatan karnaval yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan itu diikuti ribuan peserta. Sebanyak 2.500 anak dari 140 Taman Kanak-kanak hadir dengan penuh antusias, didampingi tak kurang dari 700 guru.
Suasana semakin meriah dengan kreativitas busana, penampilan, hingga kekompakan anak-anak bersama gurunya.
Nurlena menyampaikan apresiasi kepada IGTKI yang secara konsisten menggelar kegiatan serupa setiap tahun. Menurutnya, karnaval bukan hanya ajang unjuk kebolehan, tetapi juga wahana mempererat kebersamaan antara pendidik, siswa, dan orang tua.
“Kita ingin kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak, sekaligus pengingat bagi orang tua bahwa pendidikan sejak dini sangat penting,” tambahnya.
Tahun ini, penyelenggaraan karnaval terasa berbeda karena persiapannya lebih matang. Panitia berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lapangan.
“Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, acara berjalan lancar dan sukses. Anak-anak bisa tampil gembira tanpa hambatan,” tutur Nurlena.
Lebih jauh, ia berharap momentum semacam ini dapat membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat. Program wajib belajar 13 tahun yang dicanangkan pemerintah, menurutnya, hanya akan berhasil jika pendidikan anak usia dini benar-benar diperhatikan.
“Kalau PAUD diabaikan, maka pondasi wajib belajar 13 tahun tidak akan kokoh. Karena itu, mari kita bersama-sama memastikan seluruh anak mendapat layanan pendidikan sejak dini,” tegasnya.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah, guru, dan masyarakat, Nurlena optimistis Balikpapan bisa menjadi salah satu kota yang berhasil mendorong capaian wajib belajar 13 tahun.
“Mari kita jadikan PAUD sebagai prioritas bersama. Dari pendidikan usia dini inilah akan lahir generasi unggul yang siap membawa kemajuan, baik untuk Kota Balikpapan maupun bangsa Indonesia,” ujar Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud. (*)