TARAKAN, Headlinews.id– Ribuan warga Tarakan memadati Jalan KH. Agus Salim, Kelurahan Selumit, Minggu (31/8/2025) menyaksikan Festival Tari Jepin Pagun Tingkat Kota Tarakan Tahun 2025.
Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., hadir langsung membuka festival yang menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia ini.
Festival yang digelar sejak pagi hingga siang hari ini berlangsung meriah. Berbagai kelompok tari dari masyarakat Tidung menampilkan Tari Jepin Pagun dengan kostum warna-warni, gerakan yang kompak, dan alunan musik tradisional yang menghidupkan suasana.
Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tampil penuh semangat, menunjukkan kecintaan terhadap budaya lokal.
“Festival ini bukan sekadar pertunjukan seni, tapi juga sarana memperkuat rasa persatuan dan identitas kita sebagai masyarakat Tidung dan warga Tarakan,” kata Wali Kota Khairul.
Ia menekankan Tari Jepin Pagun merupakan simbol kegembiraan dan kebersamaan masyarakat, sekaligus upaya melestarikan budaya agar generasi muda tidak melupakan akar budaya lokal.
Selain menampilkan tarian, festival juga menjadi ajang edukasi. Wali Kota Khairul menyinggung pencapaian Pemkot Tarakan dalam menjadikan Bahasa Tidung sebagai muatan wajib di sekolah sejak tahun 2019.
“Pendidikan bahasa dan budaya adalah fondasi penting agar anak-anak kita tidak kehilangan jati diri. Festival seperti ini membantu mereka memahami dan mencintai budaya mereka sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Khairul mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas kota di tengah situasi nasional yang sedang tidak menentu.
“Kota Tarakan dikenal aman dan damai. Mari kita rawat persatuan serta melestarikan budaya melalui festival ini, sebagai bagian dari jati diri bangsa yang besar,” tegasnya.
Festival Tari Jepin Pagun juga menjadi momen strategis bagi pemerintah untuk menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya budaya lokal sebagai identitas kota.
Kehadiran peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga tokoh masyarakat, menciptakan atmosfer kebersamaan yang kental.
Dengan terselenggaranya festival ini, diharapkan generasi muda Tarakan semakin mencintai budaya lokal dan mampu meneruskan tradisi yang telah diwariskan oleh leluhur.
Pemerintah kota berharap kegiatan seperti ini rutin digelar, tidak hanya sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan budaya yang berkelanjutan.
Para penonton juga terlihat antusias menyaksikan pertunjukan. Beberapa warga ikut menari bersama penampil, sementara anak-anak muda tampak berfoto dengan kostum Tari Jepin Pagun.
Suasana hangat dan meriah ini menunjukkan betapa festival budaya dapat menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat, serta mempererat silaturahmi di tengah kota.
“Senang sekali bisa menyaksikan tari tradisional ini, apalagi Wali Kota juga hadir langsung. Kami jadi lebih bangga dengan budaya Tidung,” kata salah seorang warga, Siti Rahma, yang membawa dua anaknya menonton festival. (*)