TARAKAN, Headlinews.id– Gelombang arus mudik Lebaran tahun 2026 di Kalimantan Utara mulai menunjukkan eskalasi yang cukup tajam. Mengantisipasi kepadatan yang mulai merayap di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, otoritas perhubungan setempat memperketat pengawasan di lapangan guna memastikan seluruh alur keberangkatan tetap kondusif dan terjadwal dengan baik meski volume penumpang terus bertambah.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara, Idham Chalid mengonfirmasi aktivitas di sejumlah gerbang transportasi utama telah menunjukkan geliat yang tidak biasa dibandingkan hari normal.
Pelabuhan Tengkayu I, yang menjadi urat nadi transportasi laut di Tarakan, kini menjadi titik fokus utama pemantauan petugas gabungan selama 24 jam penuh.
“Kami mengamati adanya tren peningkatan aktivitas yang cukup dinamis di beberapa pelabuhan, terutama di Tengkayu I. Walaupun kepadatan mulai terlihat, sejauh ini sistem pelayanan di dermaga masih berjalan normal dan seluruh calon penumpang tetap bisa terlayani dengan tertib,” ujar Idham saat meninjau posko pelayanan, Senin (16/3/2026).
Berdasarkan data statistik yang dihimpun tim di lapangan, lonjakan penumpang tahun ini jauh melampaui angka tahun sebelumnya.
Tercatat ada pertumbuhan mobilitas hingga 41 persen dibandingkan periode Lebaran 2025, sebuah angka yang menunjukkan pulihnya antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lintas kabupaten/kota.
Menariknya, lonjakan tertinggi justru tercatat pada sektor transportasi udara yang melayani rute kedatangan ke Kalimantan Utara dengan angka mencapai 53 persen.
Fenomena ini menandakan bahwa pergerakan masyarakat tidak hanya bertumpu pada jalur laut dan sungai, tetapi juga sangat tinggi pada konektivitas antar-provinsi melalui jalur udara.
“Pertumbuhan ini bersifat menyeluruh, mencakup semua moda transportasi yang ada di Kalimantan Utara. Baik itu jalur udara, laut, hingga angkutan sungai dan danau, semuanya mencatatkan grafik kenaikan yang cukup signifikan tahun ini,” tambah Idham menjelaskan rincian data tersebut.
Menyikapi data tersebut, Dishub Kaltara memetakan bahwa puncak arus mudik diprediksi jatuh pada 18 Maret mendatang, ribuan orang diperkirakan akan memadati Pelabuhan Tengkayu I dalam waktu bersamaan.
Sementara itu, arus balik diproyeksikan mulai terjadi pada 28 Maret untuk jalur udara dan 29 Maret untuk jalur laut.
Guna mengantisipasi terjadinya penumpukan massa di dermaga, pemerintah telah menyiagakan total 58 unit armada speedboat reguler.
Jalur Tarakan–Tanjung Selor tetap menjadi rute paling padat dengan dukungan 23 armada, sementara rute menuju Nunukan, Malinau, dan wilayah perbatasan lainnya juga telah dipastikan siap beroperasi maksimal.
“Opsi penambahan armada sudah kami siapkan sebagai langkah darurat. Jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan yang melebihi kapasitas kursi yang tersedia, kami tidak akan ragu untuk segera mengerahkan kapal cadangan demi menjamin seluruh warga bisa pulang ke kampung halaman,” tegasnya.
Satu hal yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah stabilitas harga tiket. Idham menegaskan bahwa seluruh operator kapal wajib mematuhi tarif resmi yang tertuang dalam SK Gubernur.
Ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba menaikkan harga secara sepihak di tengah tingginya permintaan tiket selama musim mudik.
“Tidak ada celah untuk perubahan tarif karena semuanya sudah diatur secara hukum dalam SK Gubernur. Kami sangat menyarankan masyarakat untuk membeli tiket hanya di loket resmi pelabuhan. Langkah ini penting untuk menghindari praktik percaloan sekaligus menjamin keselamatan penumpang lewat manifest yang akurat,” pungkas Idham. (saf)










