TARAKAN, Headlinews.id – Pelabuhan Tarakan memasuki era digital dengan penerapan Terminal Operating System (TOS) Nusantara dan layanan 24 jam nonstop, langkah strategis yang ditujukan untuk mempercepat bongkar muat, meningkatkan efisiensi, dan mendukung distribusi logistik di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.
Terminal Head PT Pelindo Peti Kemas Tarakan, Amrullah mengatakan sistem TOS Nusantara memungkinkan pengelolaan seluruh aktivitas terminal secara terpadu dan real-time, mulai dari perencanaan bongkar muat, pengawasan posisi kontainer, hingga pengendalian aktivitas dermaga.
“Sebelumnya, perencanaan bongkar muat kadang dilakukan di lapangan sehingga menimbulkan penundaan. Dengan TOS Nusantara, semua bisa diprediksi sejak kapal bersandar, sehingga proses lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Amrullah menambahkan, layanan 24 jam memperluas waktu operasional pelabuhan, sehingga kapal tidak lagi menunggu jam operasional terbatas.
“Dengan operasional nonstop, kapal bisa melakukan bongkar muat kapan saja. Ini sangat membantu memperlancar distribusi logistik, khususnya untuk barang-barang strategis di wilayah perbatasan,” jelasnya.
Pelabuhan Tarakan saat ini juga menjadi terminal ke-15 di Indonesia yang mengimplementasikan TOS Nusantara. Sistem ini memberikan visibilitas lengkap bagi pengguna jasa melalui dashboard digital, memungkinkan mereka memantau posisi kontainer, lama berada di pelabuhan, dan estimasi pengambilan.
“Customer bisa langsung mengetahui informasi kontainer mereka secara real-time. Semua menjadi lebih transparan dan meminimalkan risiko kesalahan,” tambah Amrullah.
Selain itu, sistem digital ini membantu pengelola pelabuhan dalam perencanaan bongkar muat yang lebih presisi.
“Sebelum kapal sandar, kami sudah mengetahui jumlah kontainer yang akan dibongkar dan dimuat. Dengan perencanaan matang, utilisasi dermaga lebih optimal dan proses di lapangan lebih terukur,” kata Amrullah.
Transformasi digital dan operasional nonstop juga menjadi solusi atas tantangan sebelumnya, termasuk keterbatasan dermaga, antrean kapal, dan hambatan logistik yang sempat terjadi di pelabuhan perbatasan.
Dengan kombinasi sistem digital dan layanan 24/7, Pelindo Peti Kemas Tarakan menargetkan peningkatan efisiensi logistik, mempercepat distribusi barang, serta memberikan pengalaman layanan lebih baik bagi pelanggan.
Saat ini, pelabuhan masih berada pada tahap sistemisasi dan pembaruan data, dengan rencana go live awal Februari 2026. Uji coba sistem telah dilakukan sejak September 2025, dan sosialisasi teknis juga sedang diberikan kepada pengguna jasa untuk memastikan kelancaran implementasi.
“Supaya semua pihak memahami cara kerja sistem baru. Dengan begitu, sejak awal go live, operasional dapat berjalan lancar dan efisien,” tambah Amrullah.
Dengan transformasi ini, Pelabuhan Tarakan tidak hanya menjadi terminal modern, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pelabuhan digital tunggal di Indonesia, mendukung aktivitas perdagangan lintas perbatasan, dan meningkatkan kecepatan layanan logistik untuk masyarakat dan industri.
“Modernisasi ini menjadi langkah strategis agar Pelabuhan Tarakan bisa lebih cepat, efisien, dan siap menghadapi tantangan logistik di perbatasan, sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan di tingkat nasional,” tandasnya. (saf)










