TARAKAN, Headlinews.id – Lahan percetakan sawah seluas sekitar 202 hektare di Kota Tarakan menjadi objek monitoring Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Utara guna memastikan kesiapan dan keberlanjutan program pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Rabu (21/1/2026).
Monitoring lapangan ini dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kaltara, Pdt. Robenson Tadem, didampingi anggota komisi Adi Nata Kusuma, H. M. Nasir, S.Pi., MM, dan Maslan Abdul Latif. Rombongan diterima oleh jajaran Dinas Pertanian Kota Tarakan di lokasi peninjauan.
Ketua Komisi II DPRD Kaltara, Pdt. Robenson Tadem mengatakan, peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung progres fisik serta pemanfaatan lahan percetakan sawah yang mulai digarap pada tahun 2025.
“Dari hasil peninjauan, tanaman padi yang telah berusia sekitar 15 hari menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tanaman menjadi indikator awal kesesuaian lahan untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian produktif di wilayah perkotaan.
“Lahan ini sudah mulai ditanami dan hasil awalnya cukup baik. Ini menunjukkan bahwa kawasan ini potensial untuk mendukung pengembangan pertanian dan ketahanan pangan di Kalimantan Utara,” ujarnya di sela-sela peninjauan.
Ia menegaskan, Komisi II ingin memastikan program percetakan sawah berjalan optimal dan tepat sasaran. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota dinilai menjadi salah satu faktor penting keberhasilan program tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi II DPRD Kaltara, H. M. Nasir, menambahkan lokasi yang ditinjau berada di kawasan Sungai Siaboy dan merupakan bagian dari program strategis Kementerian Pertanian.
“Harapannya program ini dapat berhasil dan benar-benar meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kota Tarakan,” katanya.
Selain memantau kondisi lahan, Komisi II juga berdialog dengan Dinas Pertanian Kota Tarakan terkait ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, seperti sistem irigasi, bantuan bibit, dan dukungan teknis lainnya.
Hasil monitoring ini akan menjadi bahan evaluasi dan pembahasan lanjutan bersama mitra kerja di tingkat provinsi.
“Harapan kami, program percetakan sawah dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” tandasnya. (saf)










