TARAKAN, Headlinews.id – Kebakaran melanda Masjid As-Solihin yang masih dalam tahap pembangunan di wilayah Karang Harapan, dekat lampu merah Jalan Aki Pingka RT 18, Selasa (27/1/2026). Material kayu dan ambal di lantai bawah masjid terbakar habis, namun bangunan utama di lantai atas tetap aman.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan petugas pemadam berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke struktur utama.
Kepala Dinas Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Sofyan, melalui Kabid PMK, Eko Supriyatnoko, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 14.20 WITA.
“Begitu laporan masuk, tim pertama dari sektor utara langsung bergerak dengan dua unit kendaraan pemadam. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 14.30 WITA dan langsung menyalakan pompa air,” ujar Eko.
Menurutnya, kondisi lokasi memerlukan penanganan ekstra karena material yang terbakar berupa kayu dan ambal masjid yang mudah terbakar.
“Proses pemadaman awal memakan waktu sekitar 15 menit, tapi pendinginan memerlukan waktu lebih lama karena volume material cukup besar. Asap tebal hitam terlihat karena kayu dan ambal yang terbakar,” tambahnya.
Untuk mempercepat proses pemadaman, pihak Satpol PP dan PMK menurunkan tiga unit tambahan dari Mako, termasuk satu mobil pemadam dan dua kendaraan suplai berkapasitas 5 dan 10 ton.
Dukungan tambahan juga datang dari BPBD dengan satu kendaraan suplai dan satu penembak air, serta tim Korlakar yang ikut membantu di lapangan.
“Koordinasi tim berjalan lancar, semua petugas fokus memastikan api tidak menjalar ke bangunan utama,” kata Eko.
Eko menjelaskan, gudang di lantai bawah masjid yang terbakar berisi material untuk pembangunan masjid.
“Bangunan utama di lantai atas aman. Material yang terbakar adalah kayu dan ambal yang akan digunakan untuk pembangunan masjid. Jadi api terbatas di lantai bawah, tidak sampai ke lantai atas,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, Eko menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan investigasi.
“Diduga ada sambungan listrik atau kabel telanjang. Masjid masih dalam tahap pembangunan, sehingga beberapa instalasi listrik sementara mungkin belum aman. Polisi sudah memasang police line dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Meski api berhasil dikendalikan, Eko menegaskan pentingnya pengawasan terhadap material bangunan.
“Ini jadi pelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam menyimpan material kayu dan ambal di lokasi pembangunan. Keamanan dan keselamatan harus tetap diutamakan,” ujarnya.
Kebakaran juga menekankan pentingnya koordinasi antara tim pemadam dan pihak pengelola lokasi.
“Alhamdulillah, lokasi masjid di pinggir jalan memudahkan akses tim. Tidak ada kendala berarti, seluruh petugas dan supir kendaraan pemadam aman. Bahkan, saat pulang, kendaraan masih membawa sisa air. Tim luar biasa dalam menangani situasi ini,” kata Eko.
Setelah proses pendinginan selesai, pihak Satpol PP dan PMK bersama kepolisian memastikan area aman sebelum meninggalkan lokasi.
“Masjid aman di lantai atas. Gudang terbakar habis, tapi tidak ada korban jiwa. Kami akan terus memantau lokasi dan bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan pembangunan masjid tetap aman,” tutupnya. (saf)










