TARAKAN, Headlinews.id – Gabungan Komisi DPRD Kota Tarakan turun langsung melakukan kunjungan lapangan (kunlap) di lokasi jalan samping Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jalan Yos Sudarso, Kamis (26/2/2026). Kunlap ini merupakan respon keluhan warga terkait kondisi jalan yang sempit dan dinilai membahayakan, terutama dalam situasi darurat.
Dari keterangan warga, pemukiman dengan jumlah penduduk mencapai 12.000 orang ini sangat bergantung dengan akses jalan yang berada di samping BRI. Sehingga warga mengusulkan, sementara BRI sedang dalam proses pembangunan bisa menghibahkan sebagian lahannya untuk digunakan jalan warga.
“Selama ini jalan hanya dapat dilalui satu arah kendaraan roda empat. Kalau ada kendaraan parkir di kanan dan kiri jalan, akses jadi sulit, bahkan kendaraan besar seperti mobil pemadam kebakaran kesulitan masuk,” ujar Ketua RT 16 Selumit Pantai, Nurdiana.
Aspirasi warga ini juga ditengahi DPRD Tarakan dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dilakukan pada hari yang sama. Hadir dalam RDP, Kepala BRI Cabang Tarakan.
Aspirasi pelebaran jalan sebenarnya merupakan permintaan warga yang sudah lama disampaikan. Nurdiana menyebut, momen pembangunan yang tengah dilakukan pihak BRI dinilai sebagai waktu yang tepat untuk merealisasikan pelebaran jalan.
“Warga sudah sepakat, kalau memungkinkan saat BRI membangun ini sekalian diberikan tambahan untuk pelebaran jalan. Tadi sudah diukur sekitar 1 meter 10 sentimeter. Kalau itu bisa diberikan, lebar jalan menjadi sekitar 4 meter 80 sentimeter dan kendaraan bisa lebih leluasa,” ungkapnya.
Menurut Nurdiana, kondisi jalan yang sempit sangat terasa dampaknya ketika terjadi peristiwa darurat. Ia mencontohkan kejadian kebakaran beberapa waktu lalu yang memperlihatkan sulitnya akses mobil pemadam masuk ke lokasi.
“Kalau sudah ada motor parkir kanan kiri, mobil pemadam itu susah masuk. Waktu ada kebakaran, kelihatan sekali kendalanya di situ. Karena itu warga merasa perlu ada pelebaran,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini jalan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda empat secara bergantian. Sementara di bagian dalam permukiman, akses sudah cukup memadai. Titik sempit berada tepat di samping area BRI.
Karena itu, warga mengajukan permohonan kepada DPRD Kota Tarakan agar aspirasi tersebut dapat difasilitasi dan diteruskan secara resmi kepada pimpinan pusat BRI.
“Tadi dari Dewan mendukung karena ini untuk kepentingan masyarakat banyak. Arahan yang kami terima, perlu dibuat surat resmi yang diketahui Wali Kota untuk ditembuskan ke pimpinan pusat BRI,” jelasnya.
Nurdiana berharap proses administrasi dapat segera diselesaikan agar pelebaran jalan tidak tertunda lama.
“Harapan warga tentu bisa segera terealisasi. Kalau memungkinkan secepatnya, karena ini menyangkut keselamatan dan kelancaran akses,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua RW 2 Selumit Pantai, Rusli mengungkapkan permohonan pelebaran jalan sebenarnya telah diajukan sejak lama, bahkan sejak 2005. Namun hingga kini belum ada realisasi.
“Surat sudah beberapa kali kami sampaikan ke pihak BRI. Sudah diterima, tapi tidak ada tanggapan lanjutan. Itu yang menjadi kekhawatiran kami, jangan sampai prosesnya kembali berulang,” ujarnya.
Rusli menegaskan, permintaan warga tidak berlebihan. Pelebaran sekitar 1 meter lebih dinilai sudah cukup untuk memperlancar arus kendaraan dan mengurangi potensi hambatan saat kondisi darurat.
“Permintaan kami tidak banyak, hanya sekitar 1 meter 10 sentimeter. Itu sudah sangat membantu. Yang lewat di situ juga bukan hanya warga, tapi nasabah dan pegawai BRI,” katanya.
Ia berharap dengan adanya keterlibatan DPRD dan pemerintah kota, komunikasi dengan pihak BRI dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan keputusan yang jelas.
“Kami percaya kepada Dewan dan pemerintah kota untuk memfasilitasi ini. Mudah-mudahan ada tindak lanjut yang konkret,” ucapnya. (saf)










