TARAKAN, Headlinews.id– Cuaca kering yang melanda Kota Tarakan selama sepekan terakhir memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik. Beberapa wilayah yang rawan terjadi kebakaran di antaranya Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur, Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara, serta beberapa titik di Kecamatan Tarakan Barat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep, S.E., PMP, mengatakan sejak awal Maret pihaknya telah menangani sedikitnya lima laporan kebakaran lahan di berbagai wilayah Kota Tarakan.
Pada Selasa (10/03/2026) bahkan kebakaran lahan terjadi di tiga lokasi sekaligus, yakni di Jalan Aki Balak dan Jalan Pasir Putih Kelurahan Karang Anyar serta di Jalan Gunung Latimojong Kelurahan Kampung Enam.
“Hari ini saja sekira pukul 15.30 WITA kami menangani kebakaran di Jalan Aki Balak depan SMKN 2. Minggu malam juga ada di Pantai Amal, kemudian di Juata minggu lalu, dan siang tadi ada lagi di Pasir Putih,” jelas Yonsep.
Yonsep menambahkan, pada Februari lalu saat kondisi cuaca masih didominasi hujan, BPBD Tarakan mencatat sekitar 16 titik kebakaran. Namun sebagian besar kejadian tersebut masih berskala kecil.
“Walaupun membakarnya sedikit, karena disertai angin, api bisa cepat membesar. Biasanya orang membakar untuk membersihkan kebun, sehingga terjadi kebakaran lahan. Kondisi kering saat ini dan angin mempercepat penyebaran api,” ujarnya.
Menurutnya, cuaca kering yang berlangsung hampir sepekan menjadi faktor utama meningkatnya potensi kebakaran lahan. Kondisi ini diperparah dengan aktivitas masyarakat yang membersihkan lahan dengan cara dibakar setelah ditebas.
“Daerahnya dekat pemukiman karena sekarang rata-rata kebun orang berada di antara perumahan. Cara mereka membuka lahan biasanya setelah ditebas lalu dibakar,” jelasnya.
Yonsep juga mengungkapkan, kebakaran lahan kerap baru diketahui setelah api mulai membesar. Hal ini membuat petugas kesulitan mengetahui siapa yang pertama kali melakukan pembakaran.
“Sejauh ini belum ada yang tertangkap tangan. Biasanya baru ketahuan warga dan melapor setelah api sudah besar. Saat kami datang, tidak ada juga yang mengaku,” katanya.
BPBD Tarakan mengingatkan potensi kebakaran lahan masih bisa terjadi jika kondisi cuaca kering terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Karena itu masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. (saf)










