TARAKAN, Headlinews.id– Penguatan pendidikan agama di sekolah umum dan madrasah dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya penyimpangan seksual dan kenakalan remaja di lingkungan pendidikan.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, H. Syopyan, S.Ag., M.Pd mengatakan guru pendidikan agama di sekolah umum berada di bawah pembinaan Kementerian Agama, meskipun pengangkatannya berasal dari dua jalur berbeda.
“Guru agama ada yang diangkat oleh Kementerian Agama dan ada juga yang diangkat oleh pemerintah kota. Namun dalam hal pembinaan kurikulum dan materi ajar, tetap berada dalam pembinaan Kementerian Agama,” kata Syopyan, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, penguatan materi pendidikan agama dan moral perlu terus diperluas, khususnya dalam merespons berbagai persoalan sosial yang muncul di kalangan pelajar, termasuk penyimpangan perilaku.
Ia menjelaskan, pembinaan guru agama dilakukan melalui berbagai forum profesional, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) di tingkat sekolah dasar dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di tingkat sekolah menengah.
“Melalui KKG dan MGMP inilah materi-materi pembelajaran, termasuk yang berkaitan dengan pembentukan karakter, moral, dan pencegahan penyimpangan perilaku, dapat diperkuat dan disesuaikan dengan kondisi peserta didik,” jelasnya.
Syopyan juga menekankan peran strategis madrasah sebagai institusi pendidikan berbasis agama yang memiliki porsi mata pelajaran keagamaan lebih besar dibanding sekolah umum.
“Di madrasah ada lima mata pelajaran agama, mulai dari Al-Qur’an Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, Bahasa Arab, hingga Sejarah Kebudayaan Islam. Ini menjadi kekuatan utama untuk membentuk karakter siswa,” ujarnya.
Ia menegaskan madrasah harus menjadi motor penggerak dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dan penyimpangan seksual di lingkungan pendidikan.
“Kami mendorong madrasah benar-benar menjadi garda terdepan dalam memastikan peserta didik terbebas dari perilaku menyimpang melalui pendidikan agama yang kuat,” katanya.
Selain itu, Kementerian Agama Tarakan membuka diri untuk memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk dengan instansi yang menangani bidang kesehatan dan pendidikan, guna memperkuat edukasi kepada peserta didik.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak. Edukasi harus diperkuat, baik di sekolah maupun di masyarakat, dan tentu kami terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan,” pungkas Syopyan. (saf)










