TARAKAN, Headlinews.id – Sejumlah perairan di Kalimantan Utara, termasuk Nunukan–Sebatik, Tarakan, dan Tanjung Selor, berpotensi mengalami gelombang tinggi hingga 2,5 meter.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Juwata Tarakan mengeluarkan peringatan dini untuk menjaga keselamatan pelayaran, menyusul pola angin dari arah utara hingga timur laut yang diperkirakan akan berlangsung pada 14–16 Maret 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi menyatakan gelombang tinggi ini terutama berpotensi membahayakan perahu kecil dan kapal tongkang yang sedang beroperasi.
“Gelombang bisa mencapai 2,5 meter, dan nelayan maupun kapal tongkang harus menyesuaikan rute dan waktu berlayar agar tetap aman,” kata Sulam Khilmi dalam rilisnya, Kamis (12/3/2026).
Menurut BMKG, kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 8 hingga 20 knot, sehingga berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan Kaltara.
“Perahu nelayan akan berisiko jika angin mencapai 15 knot, sedangkan kapal tongkang perlu ekstra hati-hati saat gelombang mencapai 1,5 meter atau lebih,” jelasnya.
BMKG Tarakan mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut untuk memantau informasi cuaca maritim secara rutin dan menunda perjalanan jika kondisi tidak memungkinkan.
“Kami mengingatkan semua pihak untuk memprioritaskan keselamatan. Jangan melaut bila peringatan gelombang tinggi berlaku,” ujarnya.
Selain itu, koordinasi dengan pihak SAR, BPBD, dan komunitas nelayan lokal menjadi penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
“Peralatan keselamatan harus lengkap dan jalur pelayaran dipastikan aman. Keselamatan tetap yang utama,” pungkasnya. (*/saf)










