TARAKAN, Headlinews.id — Keterbatasan kapasitas dan sarana pendukung masih menjadi catatan dalam pengelolaan Asrama Haji Transit Tarakan menjelang penyelenggaraan ibadah haji.
Asrama yang berada langsung di bawah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia tersebut berfungsi sebagai tempat transit jamaah haji Kalimantan Utara sebelum diberangkatkan ke embarkasi.
Kepala Kantor Kementerian Haji Kota Tarakan, Asmawan menjelaskan, Asrama Haji Transit Tarakan saat ini masih memanfaatkan bangunan yang sebelumnya difungsikan sebagai penginapan. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan ruang kerja pelayanan dan administrasi.
“Bangunan asrama masih berupa kamar-kamar untuk menginap, sehingga ruang kerja pelayanan belum maksimal,” ujar Asmawan.
Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan haji tahun sebelumnya, jamaah haji Kalimantan Utara diwajibkan menginap di Asrama Haji Transit Tarakan sebelum keberangkatan.
“Nah, entah tahun ini apakah masih seperti itu. Tetapi untuk sementara kapasitas asrama haji ini baru kurang lebih 200 orang Jadi masih tidak cukup,” ungkapnya.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari pengaturan teknis untuk memastikan kesiapan jamaah sebelum memasuki tahapan embarkasi.
Ia tambahkan, karena kapasitas asrama saat ini hanya mampu menampung sekitar 200 orang. Dengan jumlah jamaah yang lebih besar, penginapan di asrama dilakukan secara terbatas dan diprioritaskan bagi jamaah dari luar Kota Tarakan.
“Tahun lalu penginapan diprioritaskan bagi jamaah dari daerah luar Tarakan, kemarin yang menginap dari Malinau,” katanya.
Selain kapasitas hunian, keterbatasan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Saat ini, jumlah petugas pendukung di Asrama Haji Transit Tarakan masih terbatas, khususnya pada tenaga kebersihan dan layanan umum.
Penambahan tenaga kontrak biasanya dilakukan saat memasuki musim haji untuk menunjang operasional.
“Nanti pada saat masuk ke musim haji, nambah anggota, paksa kita ambil jasa kontrak gitu. Karena sekarang disini, petugas kebersihan yang tersedia saat ini masih terbatas, hanya ada tiga dan difokuskan untuk area dalam asrama,” jelas Asmawan.
Dari sisi fasilitas, Asrama Haji Transit Tarakan menyediakan kamar dengan kapasitas empat tempat tidur per kamar. Fasilitas penunjang meliputi perlengkapan mandi, handuk, sabun, serta fasilitas air panas.
Minuman juga disediakan di dalam kamar untuk menunjang kenyamanan jamaah selama menginap.
Asmawan memastikan seluruh fasilitas kamar masih dalam kondisi siap pakai dan tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemeriksaan dan perawatan rutin tetap dilakukan untuk memastikan standar layanan tetap terjaga.
“Sekarang ini masih ready aja semua asrama. Untuk fasilitas di dalam kamar Alhamdulillah masih ready juga, masih sama dengan tahun kemarin,” ujarnya.
Terkait penyelenggaraan haji tahun berjalan, pihaknya masih menunggu kebijakan lanjutan mengenai pola penginapan jamaah di Asrama Haji Transit Tarakan, termasuk kemungkinan pemberlakuan kembali kewajiban menginap bagi seluruh jamaah Kalimantan Utara.
“Tahun ini masih menunggu arahan lebih lanjut,” tutup Asmawan. (saf)










