TANA TIDUNG, Headlinews.id– Kemitraan perkebunan sawit berbasis plasma mulai berjalan di Desa Boungbaru, Kecamatan Betayau. Penanaman perdana dilakukan Rabu (18/2/2026) sebagai langkah awal pengembangan kebun kemitraan di wilayah tersebut.
Kegiatan dihadiri Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, bersama Wakil Bupati Sabri dan Ketua DPRD Tana Tidung Jamhari. Turut mendampingi jajaran Dinas Pertanian serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Tana Tidung.
Penanaman dilakukan di lahan plasma hasil kerja sama antara PT Pipit Citra Perdana dan Koperasi Plasma Tumu Bagu Jaya. Skema kemitraan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan kebun sawit melalui pola plasma, dengan dukungan perusahaan sebagai mitra inti.
Program tersebut diarahkan untuk memperluas basis ekonomi masyarakat desa, terutama petani yang tergabung dalam koperasi. Dengan pola ini, petani tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga memiliki kepentingan langsung terhadap hasil produksi kebun.
“Pengembangan kebun plasma ini diharapkan memberi dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya petani yang tergabung dalam koperasi. Harapannya, manfaat ekonomi bisa dirasakan secara merata,” kata Ibrahim Ali saat ditemui usai kegiatan.
Ia menilai sektor perkebunan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah. Karena itu, pengelolaan kebun yang terencana dan berkelanjutan dinilai penting agar hasil produksi dapat maksimal dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain membuka peluang kerja, program kemitraan ini juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa, mulai dari penyediaan tenaga kerja, distribusi hasil panen, hingga tumbuhnya usaha penunjang lainnya.
“Kerja sama antara perusahaan dan koperasi harus berjalan transparan dan saling menguntungkan. Pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan agar kemitraan ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.
“Tanaman yang ditanam hari ini adalah investasi masa depan. Jika dirawat dengan baik dan dikelola secara profesional, hasilnya bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk kesejahteraan generasi mendatang di Kabupaten Tana Tidung,” tutupnya. (*)










