SAMARINDA, Headlinews.id – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyalurkan bantuan pendidikan kepada 99 penerima manfaat melalui Program Bantuan Pendidikan Mahakam dan Pendampingan Sarjana Pesisir.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa dari 15 perguruan tinggi serta peserta pendampingan sarjana pesisir dalam kegiatan yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (21/1/2026).
Bantuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) PHM yang difokuskan pada peningkatan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Program Bantuan Pendidikan Mahakam ditujukan bagi mahasiswa jenjang D3, D4, dan S1, termasuk S1 linier guru serta S2, yang berasal dari lima kecamatan di sekitar wilayah operasi PHM dan dari keluarga prasejahtera.
Sementara itu, Program Pendampingan Sarjana Pesisir menyasar siswa SMA dan sederajat di Kecamatan Anggana yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono, perwakilan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, para camat dari wilayah penerima manfaat, serta jajaran manajemen PHM dan Pertamina Hulu Indonesia.
Mewakili Pjs General Manager PHM, Senior Manager Subsurface Development & Planning Susan Syahdina menyampaikan, program bantuan pendidikan ini merupakan agenda rutin perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal di sekitar wilayah operasi.
“Program bantuan pendidikan ini dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah operasi,” ujar Susan.
Ia menjelaskan, program tersebut mendapat dukungan dari SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia sebagai induk perusahaan, serta dirancang untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Melalui program ini, perusahaan berupaya mendorong peningkatan kapasitas generasi muda agar memiliki bekal pendidikan yang memadai,” katanya.
Susan menambahkan, pada tahun 2025 bantuan pendidikan disalurkan kepada 19 penerima di Kecamatan Samboja, 37 penerima di Muara Jawa, lima penerima di Sanga-sanga, 28 penerima di Anggana, dan 10 penerima di Muara Badak.
Program tersebut menjangkau mahasiswa dari 15 perguruan tinggi di Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong.
“Sejak dilaksanakan pada 2018 hingga 2025, jumlah penerima manfaat program bantuan pendidikan ini telah mencapai lebih dari 700 mahasiswa,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, menyampaikan apresiasi kepada PHM atas pelaksanaan program pendidikan yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Program pendidikan seperti ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda daerah agar memiliki daya saing di masa depan,” kata Sunggono.
Sementara itu, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Lely M. Sondakh, menilai program Bantuan Pendidikan Mahakam mencerminkan peran industri hulu migas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan industri perlu terus diperkuat untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan menambahkan, keterbatasan akses pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi keluarga prasejahtera di sekitar wilayah operasi perusahaan.
“Faktor ekonomi, kondisi geografis, dan sosial masih memengaruhi kesempatan lulusan SMA untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” kata Dony.
Ia menyebutkan, selain Bantuan Pendidikan Mahakam, Pertamina Hulu Indonesia bersama anak perusahaannya juga membuka akses beasiswa penuh melalui Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan.
“Program-program ini diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan sekaligus mendukung pembangunan daerah dan keberlanjutan operasi perusahaan,” ujarnya. (*)










