BUNYU, Headlinews.id – Progres pembangunan infrastruktur di Kecamatan Bunyu, Kabupaten Bulungan, masih berada pada tahap awal. Pembangunan tahap kedua Kantor Kecamatan Bunyu baru mencapai 10 persen, sedangkan pengaspalan jalan sepanjang 2.867,5 meter mencapai 5,63 persen.
Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., turun langsung meninjau perkembangan sejumlah proyek tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Bunyu, Sabtu (26/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat realisasi pembangunan sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai target.
Proyek yang ditinjau di antaranya pembangunan tahap kedua Kantor Kecamatan Bunyu dengan anggaran Rp1,4 miliar. Selain itu, Syarwani mengecek pekerjaan pengaspalan jalan sepanjang 2.867,5 meter yang mendapat alokasi anggaran Rp9,7 miliar.
“Kita mendorong agar progresnya dapat dipercepat, sehingga fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih lancar. Seluruh pihak yang terlibat perlu bergerak sesuai target pekerjaan,” ujar Syarwani.
Percepatan pengerjaan tetap harus disertai dengan perhatian terhadap kualitas. Syarwani meminta jajaran terkait dan kontraktor mengejar waktu penyelesaian tanpa mengabaikan mutu bangunan maupun pekerjaan jalan.
“Pembangunan ini harus kita percepat, tetapi kualitas pekerjaan tetap dijaga. Jangan sampai mengejar waktu kemudian mutu pekerjaan tidak sesuai dengan yang sudah direncanakan,” tegasnya.
Untuk pekerjaan jalan, progres saat ini baru mencapai 5,63 persen. Ruas sepanjang lebih dari 2,8 kilometer tersebut dikerjakan untuk meningkatkan akses masyarakat di Kecamatan Bunyu.
Syarwani menyebut pembangunan fasilitas pemerintahan dan infrastruktur jalan berkaitan dengan kelancaran aktivitas masyarakat. Infrastruktur yang memadai juga diperlukan agar aksesibilitas warga semakin baik dan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.
“Semakin cepat selesai, semakin cepat pula pelayanan publik berjalan optimal dan aksesibilitas masyarakat di Bunyu meningkat. Infrastruktur yang baik juga kita harapkan bisa mendukung aktivitas dan perekonomian masyarakat,” kata Syarwani. (rn/*)










