TIDAK semua orang punya waktu dan kesempatan untuk berolahraga di luar rumah atau ke pusat kebugaran. Namun ada satu gerakan sederhana yang bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, tanpa perlu biaya maupun alat tambahan: push up.
Meski terlihat sederhana, olahraga klasik ini terbukti memiliki banyak manfaat bagi tubuh, mulai dari membentuk otot, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.
Gerakan Kecil, Manfaat Besar
Push up bekerja dengan prinsip bodyweight training, yaitu menggunakan berat badan sendiri sebagai beban. Saat melakukan push up, hampir seluruh otot tubuh bagian atas terlibat, termasuk dada, bahu, lengan, hingga otot inti atau core. Tak hanya itu, tubuh bagian bawah juga ikut menopang sehingga menjadikannya latihan yang relatif lengkap.
Menurut sejumlah penelitian, rutin melakukan push up dapat membantu memperbaiki postur tubuh, meningkatkan stamina, bahkan menurunkan risiko penyakit jantung.
Sebuah studi dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria yang mampu melakukan lebih dari 40 push up dalam sekali latihan memiliki risiko lebih rendah terkena masalah jantung dibanding mereka yang hanya mampu kurang dari 10 kali.
Cocok untuk Pemula hingga Atlet
Banyak orang enggan mencoba push up karena merasa terlalu berat. Padahal, ada beberapa variasi yang bisa menjadi jembatan untuk pemula:
Knee push up – dilakukan dengan lutut menempel lantai untuk mengurangi beban.
Incline push up – tangan bertumpu pada meja atau kursi agar posisi lebih ringan.
Wall push up – dilakukan dengan berdiri menghadap dinding, lalu mendorong tubuh seperti gerakan push up biasa
Setelah tubuh mulai terbiasa, barulah mencoba push up standar. Untuk mereka yang ingin tantangan lebih, tersedia variasi seperti diamond push up (tangan membentuk segitiga), decline push up (kaki ditinggikan), atau clapping push up yang lebih eksplosif.
Tips Melakukan Push Up dengan Benar
Agar push up efektif dan terhindar dari cedera, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Posisi tubuh lurus dari kepala hingga tumit, jangan sampai punggung melengkung atau pantat terlalu naik.
2. Tangan selebar bahu, jangan terlalu lebar atau sempit agar beban terdistribusi dengan baik.
3. Siku membentuk sudut sekitar 45° terhadap tubuh, bukan terbuka terlalu lebar.
4. Gerakan perlahan dan terkontrol, jangan terburu-buru.
5. Tarik napas saat turun, buang napas saat naik.
6. Mulai dengan 3 set × 5–10 repetisi, lalu tambah jumlahnya sedikit demi sedikit sesuai kemampuan.
Program Sederhana 4 Minggu
Bagi yang ingin mencoba rutin, berikut contoh program bertahap:
Minggu 1: 3 set × 5–10 push up (atau versi knee/incline).
Minggu 2: 3 set × 10–15 push up.
Minggu 3: 4 set × 12–15 push up, coba variasi diamond atau incline.
Minggu 4: Target 20–30 push up nonstop dalam 1 set.
Jika konsisten, hasil akan terlihat pada kekuatan lengan, dada lebih padat, serta tubuh terasa lebih bertenaga dalam aktivitas sehari-hari.
Penutup
Di tengah kesibukan dan keterbatasan waktu, push up menjadi solusi olahraga yang praktis, murah, namun sangat bermanfaat. Hanya bermodal lantai dan niat, tubuh lebih sehat bukan lagi sekadar wacana. Yang terpenting, lakukan dengan konsisten dan jangan mudah menyerah.