NUNUKAN, Headlinews.id – Aparat gabungan dari Satgas Pamtas RI–Malaysia Yonkav 13/Satria Lembuswana (SL) bersama Tim 16/Sebatik Satgas Citarum Bais TNI menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal di wilayah perbatasan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Jumat (27/3/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan lima ball karpet asal Malaysia yang diduga hendak diselundupkan melalui jalur tidak resmi di kawasan Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah.
Kapendam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Gatot Teguh Waluyo mengatakan, penemuan barang ilegal itu bermula dari kegiatan patroli rutin yang dilakukan di sejumlah jalur rawan penyelundupan di wilayah perbatasan.
Saat melakukan pemantauan, petugas menemukan barang mencurigakan yang ditinggalkan di sekitar patok batas negara.
“Sekitar pukul 17.50 WITA, anggota di lapangan menemukan barang mencurigakan berupa karpet yang ditinggalkan di dekat patok perbatasan. Setelah diperiksa, dipastikan barang tersebut berasal dari Malaysia dan tidak dilengkapi dokumen,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, barang tersebut diduga sengaja ditinggalkan untuk menghindari pemeriksaan petugas sebelum nantinya diambil oleh pihak tertentu. Namun, berkat patroli rutin yang dilakukan, upaya tersebut berhasil digagalkan.
“Modus seperti ini kerap digunakan, barang ditinggalkan lebih dulu untuk menghindari petugas. Tapi dengan patroli yang terus kita tingkatkan, upaya seperti ini bisa kita antisipasi,” katanya.
Setelah penemuan tersebut, Tim 16/Sebatik segera berkoordinasi dengan Satgas Pamtas Yonkav 13/SL untuk melakukan pengamanan barang bukti dan langkah penindakan sesuai prosedur yang berlaku.
Barang bukti kemudian dibawa ke pos untuk diamankan sebelum dilanjutkan dengan koordinasi bersama pihak Bea Cukai Nunukan guna proses lebih lanjut.
“Seluruh barang bukti langsung kami amankan dan diserahkan kepada Bea Cukai untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Gatot.
Pada malam harinya, barang bukti tersebut diserahkan ke Pos Bantu Bea Cukai Sebatik untuk penanganan lebih lanjut. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan terkendali.
Gatot menegaskan, keberhasilan penggagalan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan aparat dalam menjaga wilayah perbatasan dari berbagai aktivitas ilegal.
“Ini menjadi bukti pengawasan di wilayah perbatasan terus kami perketat. Setiap upaya penyelundupan akan kami tindak tegas melalui sinergi antarinstansi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang dapat merugikan negara serta membahayakan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik penyelundupan. Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan,” katanya. (*/saf)









