NUNUKAN, Headlinews.id– Tim Inafis Satreskrim Polres Nunukan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascakecelakaan pesawat Pelita Air jenis Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA di Gunung Pa’ Belaban, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Sabtu (22/2/2026).
Proses olah TKP dilakukan untuk mendukung investigasi teknis KNKT dalam mengungkap penyebab kecelakaan pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) tersebut.
Sejumlah bagian pesawat yang ditemukan di lokasi didata, difoto, serta didokumentasikan sebagai bahan analisis lebih lanjut.
Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas, S.I.K., melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan menerangkan, personel Inafis diterjunkan guna memastikan seluruh tahapan identifikasi dan pengamanan barang bukti berjalan sesuai prosedur.
“Tim Inafis Satreskrim Polres Nunukan bersama KNKT dan unsur terkait melaksanakan olah TKP, identifikasi, serta pendokumentasian terhadap sejumlah bagian pesawat guna mendukung proses investigasi,” ujar Ipda Sunarwan.
Selain melakukan sterilisasi dan pengamanan area, tim investigasi juga mengamankan sejumlah barang yang dinilai penting untuk kepentingan penyelidikan.
“Beberapa barang yang diamankan di antaranya memori rekaman perjalanan (Garmin) serta sampel avtur untuk dianalisis lebih lanjut oleh KNKT. Garis polisi juga kita dipasang di sekitar lokasi guna menjaga keutuhan barang bukti,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengamanan dilakukan secara ketat mengingat lokasi kejadian berada di kawasan perbukitan dengan akses yang cukup sulit dijangkau.
“Koordinasi antara Polri, TNI, BPBD, pihak bandara, serta KNKT terus dilakukan selama proses penanganan berlangsung,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya, pesawat tersebut mengalami kecelakaan pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 12.15 WITA di wilayah Gunung Pa’ Belaban, Desa Kampung Baru, Kecamatan Krayan Timur.
Pesawat yang melayani rute Long Bawan–Tarakan itu sebelumnya tiba di Bandara Long Bawan dari Tarakan dengan membawa muatan BBM jenis Pertalite kurang lebih 4.000 liter dan telah melaksanakan proses bongkar muatan.
Sekitar pukul 12.10 WITA, pesawat kembali lepas landas menuju Tarakan. Tidak lama setelah itu, pihak bandara menerima laporan adanya pesawat jatuh di sekitar wilayah perbukitan.
Saat tim gabungan tiba di lokasi, pesawat ditemukan dalam kondisi terbakar. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses investigasi lebih lanjut oleh KNKT. (*/saf)








