TARAKAN, Headlinews.id — Di tengah perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah, Senator Kalimantan Utara, Hasan Basri, mengingatkan umat Islam agar tetap mengedepankan persatuan dan semangat kebersamaan dalam menyambut bulan suci.
Ia menilai perbedaan antara pemerintah dan Muhammadiyah merupakan dinamika yang wajar dan tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Hasan Basri menyampaikan, perbedaan metode dalam menentukan awal Ramadan sudah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari khazanah keislaman di Indonesia. Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk memperuncing perbedaan.
“Perbedaan penetapan awal Ramadan adalah sesuatu yang lumrah. Yang jauh lebih penting adalah menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam,” ujarnya.
Ia menegaskan, semangat Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan solidaritas sosial, bukan sebaliknya.
“Ramadan mengajarkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Jangan sampai persoalan teknis justru mengganggu harmoni yang selama ini terjaga,” tegasnya.
Selain itu, Hasan Basri juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah di Kalimantan Utara dan Indonesia pada umumnya.
“Saya menyampaikan marhaban ya Ramadan. Selamat menunaikan ibadah Ramadan 1447 Hijriah. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasan Basri usai melaksanakan salat tarawih di Pusat Dakwah Muhammadiyah Al Amin, Tarakan, Selasa (17/2/2026).
Ia berharap umat Islam dapat lebih fokus pada substansi Ramadan sebagai bulan peningkatan kualitas diri dan penguatan nilai spiritual.
“Ramadan adalah bulan pendidikan ruhani. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal kebaikan, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya. (saf)










