TARAKAN, Headlinews.id – Anggota DPD RI asal Kalimantan Utara, H. Hasan Basri, mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kemanusiaan, Yunus Abbas.
Ia menilai tindakan kekerasan terhadap aktivis merupakan ancaman serius terhadap kebebasan berpendapat.
Pernyataan itu disampaikan Hasan Basri saat ditemui media di sela kegiatan buka puasa bersama masyarakat di kediamannya di Kota Tarakan, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, tindakan penyiraman air keras tidak bisa ditoleransi karena merupakan bentuk kekerasan yang mencederai nilai-nilai demokrasi.
“Kami mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap saudara Yunus Abbas. Kekerasan tidak boleh menjadi cara untuk menyelesaikan perbedaan pandangan,” ujarnya.
Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI itu mengatakan, ruang demokrasi seharusnya memberikan perlindungan bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut.
Ia menilai perbedaan sikap atau kritik terhadap suatu persoalan semestinya diselesaikan melalui mekanisme dialog, bukan dengan tindakan yang membahayakan keselamatan seseorang.
“Kalau ada perbedaan pendapat, selesaikan melalui diskusi dan mekanisme hukum yang ada. Tidak boleh ada tindakan yang mengarah pada kekerasan,” katanya.
Hasan Basri juga meminta aparat penegak hukum bergerak cepat mengungkap pelaku serta pihak yang berada di balik serangan tersebut. Menurutnya, penanganan yang tegas diperlukan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Saya berharap kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Penegakan hukum harus dilakukan secara transparan agar masyarakat mendapatkan kepastian,” tegasnya.
Ia menambahkan, kasus kekerasan terhadap aktivis tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa karena dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sipil.
“Peristiwa seperti ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi para aktivis maupun masyarakat yang menyuarakan aspirasi. Karena itu negara harus hadir memberikan perlindungan,” ujarnya.
Hasan Basri memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut hingga proses hukum berjalan.
“Kami akan mengikuti perkembangan kasus ini. Harapannya proses hukum berjalan tuntas dan memberikan rasa keadilan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Hasan Basri juga memanfaatkan momentum Ramadan untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Tarakan melalui kegiatan buka puasa bersama di kediamannya.
Ia berharap bulan Ramadan dapat menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menjaga persaudaraan serta menjauhi segala bentuk kekerasan.
“Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan menjaga nilai kemanusiaan,” pungkasnya. (*/rn)










