MALINAU, Headlinews.id – Posyandu Menur di Desa Malinau Hulu menjadi lokasi kunjungan TP PKK Kabupaten Malinau yang sekaligus meninjau dan membantu pelayanan vaksinasi balita, Senin (13/4/2026).
Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, Maylenty Wempi bersama jajaran hadir langsung melihat pelaksanaan layanan kesehatan dasar bagi balita, sekaligus berdialog dengan para ibu yang membawa anaknya untuk mendapatkan pelayanan di posyandu.
Istri Bupati Malinau, Wempi W Mawa ini juga ikut membantu proses vaksinasi dan imunisasi balita yang dilaksanakan petugas kesehatan di lokasi.
Ia menilai, posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam memastikan tumbuh kembang anak dapat terpantau secara berkala.
“Posyandu ini sangat penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dasar. Melalui layanan ini, kita bisa memastikan anak-anak mendapatkan pemantauan kesehatan sejak dini,” ujarnya.
Maylenty turut mengapresiasi peran para kader posyandu yang terus aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa.
Menurutnya, keberadaan kader menjadi ujung tombak dalam mendukung keberhasilan program kesehatan keluarga di daerah.
“Peran kader posyandu sangat luar biasa. Mereka yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan memastikan pelayanan bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para ibu yang hadir, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian HKG PKK ke-54 yang menitikberatkan pada penguatan layanan kesehatan keluarga di tingkat desa.
Sebelum kegiatan di Posyandu Menur, TP PKK Kabupaten Malinau juga melaksanakan sosialisasi KRISAN (Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba) di SMKN 2 Malinau.
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta mendorong remaja untuk mampu menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
Ia menekankan pentingnya ketegasan pelajar dalam menentukan pergaulan yang sehat, serta keberanian untuk menolak hal-hal yang dapat merugikan masa depan.
“Remaja harus punya sikap yang jelas dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mudah terpengaruh hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri,” tuturnya.
Ia pun mengingatkan agar pelajar tidak ragu mencari bantuan kepada orang tua, maupun guru ketika menghadapi tekanan sosial di lingkungan sekitar.
“Kalau ada hal yang tidak baik, harus berani mengatakan tidak. Kalau ada masalah, jangan dipendam sendiri,” tandasnya. (*)
Sumber: Prokompim Malinau










