MALINAU, Headlinews.id — Pemerintah Kabupaten Malinau mendorong penguatan literasi bahasa sebagai bagian dari strategi pembangunan wilayah perbatasan.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Malinau Wempi W. Mawa dengan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam agenda ramah tamah di Pondok Ulin Malinau, Kamis (5/2/2026) malam.
Pertemuan itu menjadi ruang diskusi terkait peran bahasa dan literasi dalam mendukung kualitas pendidikan serta penguatan identitas daerah perbatasan.
Pemerintah daerah menilai kebijakan kebahasaan memiliki posisi strategis dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia, terutama di kawasan yang berbatasan langsung dengan negara lain.
Bupati Malinau Wempi W. Mawa menyampaikan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan karakter dan kapasitas generasi muda.
“Literasi menjadi pintu masuk peningkatan kualitas pendidikan. Jika kemampuan dasar ini kuat, maka pengembangan sumber daya manusia akan berjalan lebih terarah,” ujar Wempi.
Ia menjelaskan, tantangan wilayah perbatasan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi arus informasi dan interaksi lintas negara.
Penguatan literasi bahasa dinilai penting untuk menjaga identitas sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat lokal.
Menurut Wempi, Malinau membutuhkan dukungan kebijakan dan program yang berkelanjutan agar pengembangan literasi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah pedalaman.
“Kawasan perbatasan memerlukan pendekatan khusus. Literasi harus hadir hingga ke desa-desa, bukan hanya di pusat kota,” katanya.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen menyambut baik pandangan tersebut dan menilai Malinau memiliki posisi strategis dalam pengembangan kebijakan bahasa di wilayah perbatasan.
Sinergi pusat dan daerah dinilai menjadi kunci agar program literasi dapat berjalan efektif dan sesuai dengan karakter lokal.
“Daerah perbatasan seperti Malinau memiliki peran penting dalam menjaga bahasa Indonesia sekaligus merawat keberagaman bahasa daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan literasi bahasa juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah serta mendorong lahirnya generasi yang adaptif dan berdaya saing.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan literasi dan kebahasaan, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Malinau. (*)










