TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Polda qKaltara) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pengamanan Idul Fitri 1447 H, di Rupatama Bhara Daksa Polda Kalimantan Utara, Selasa (10/03/2026)
Kegiatan yang dipimpin langsung Kepala Polda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy ini dihadiri perwakilan berbagai instansi pemerintah, TNI, lembaga keagamaan, hingga operator transportasi dan energi.
“Rakor ini bertujuan menyamakan persepsi, memantapkan koordinasi, serta menyinergikan langkah strategis antar instansi dalam menentukan pola pengamanan yang efektif,” kata Kapolda.
Ia menekankan, perayaan Idul Fitri menjadi momen silaturahmi dan kebersamaan yang meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan, baik dalam arus mudik, arus balik, aktivitas di pusat perbelanjaan, tempat ibadah, maupun lokasi wisata.
“Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerawanan mulai dari kemacetan lalu lintas, kecelakaan, gangguan keamanan, hingga lonjakan harga dan keterbatasan bahan pokok,” imbuhnya.
Rakor membahas beberapa fokus pengamanan utama secara lebih rinci. Kapolda menjelaskan, kelancaran arus mudik dan arus balik menjadi prioritas, melalui pengaturan lalu lintas, rekayasa arus, serta penempatan pos pengamanan dan pos pelayanan di titik strategis.
Pengamanan kegiatan keagamaan, termasuk malam takbiran dan shalat Idul Fitri, menjadi perhatian berikutnya.
Selain itu, antisipasi terhadap kejahatan konvensional seperti curanmor, curas, curat, dan penipuan juga menjadi prioritas, bersama upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Bulog, dan instansi terkait.
Peningkatan pengamanan di lokasi wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung juga menjadi fokus Rakor.
Selain itu, transportasi laut menjadi perhatian khusus karena karakter wilayah Kalimantan Utara yang sangat bergantung pada perairan.
“Pengamanan pelabuhan, pemeriksaan kelayakan kapal, pengawasan kapasitas penumpang, serta patroli perairan akan menjadi prioritas penting agar masyarakat dapat bepergian dengan aman selama Idul Fitri,” ujar Kapolda.
Isu distribusi bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian. Kapolda menegaskan pentingnya informasi yang akurat dari pihak Pertamina untuk mencegah keresahan masyarakat dan potensi panic buying.
“Kita menghadapi dinamika geopolitik global yang memunculkan berbagai informasi di masyarakat, termasuk isu kelangkaan BBM. Oleh karena itu, pemaparan pihak Pertamina terkait pasokan dan distribusi BBM akan membantu kita memiliki pemahaman yang sama dan informasi yang akurat,” jelasnya.
Kapolda menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral. Ia tegaskan, keberhasilan pengamanan Idul Fitri sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi lintas sektoral.
“Saya mengajak seluruh stakeholder untuk terus memperkuat koordinasi demi terciptanya perayaan Idul Fitri yang aman, tertib, dan kondusif di Kalimantan Utara,” pungkasnya.
Rakor ini diikuti perwakilan dari Pemerintah Provinsi Kaltara, Korem 092/Maharajalila, Densus 88 AT Polri, Kemenag, Basarnas, BMKG, Jasa Raharja, KSOP, Bandara Juata Tarakan, Dinas Perhubungan, PUPR, Perdagangan, Pariwisata, BPBD, Satpol PP, serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. (*)










