TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Operasi Ketupat Kayan 2026 resmi digelar, menyiagakan 2.055 personel gabungan serta mendirikan 44 pos strategis untuk pengamanan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri di Kalimantan Utara.
Ribuan personel tersebut terdiri dari 1.247 anggota kepolisian dan 808 personel dari berbagai instansi pendukung, antara lain TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Damkar, Basarnas, Jasa Raharja, dan Senkom.
Penempatan personel ini dilakukan untuk menjamin kelancaran dan keamanan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kapolda Kaltara, Irjen Djati Wiyoto Abadhy, mengatakan seluruh pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu telah disiapkan di titik-titik strategis, termasuk jalur darat maupun perairan.
“Pos-pos ini bertujuan memberikan perlindungan sekaligus pelayanan kepada masyarakat, baik yang melintas darat maupun laut,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan bahwa operasi pengamanan Idulfitri ini berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebelum pelaksanaan, Polda Kaltara menggelar rapat koordinasi lintas sektoral untuk memetakan potensi kerawanan dan memastikan kesiapan seluruh pihak terkait.
“Operasi Ketupat Kayan adalah operasi kemanusiaan yang rutin digelar tiap tahun. Kami bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman,” kata Djati Wiyoto.
Menurut Kapolda, pengawasan akan difokuskan pada jalur transportasi sungai dan penyeberangan feri, mengingat sebagian besar wilayah Kaltara didominasi perairan.
Petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap kapal dan speedboat, mulai dari kondisi fisik hingga kelayakan operasional, agar keselamatan penumpang tetap terjaga.
“Semua kapal dan speedboat yang akan digunakan masyarakat diperiksa secara menyeluruh. Jika dinyatakan layak, baru bisa beroperasi selama libur Idulfitri,” tegasnya.
Selain itu, personel pos penyeberangan akan menyampaikan pengumuman dan penyuluhan keselamatan bagi masyarakat, termasuk imbauan terkait kapasitas penumpang.
Kapolda menekankan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap aturan keselamatan sangat penting untuk mencegah risiko selama perjalanan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Semua prosedur harus dijalankan dengan disiplin, baik oleh petugas maupun masyarakat,” pungkas Kapolda Kaltara. (rn)










