TANJUNG SELOR, Headlinews.id– Rencana PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Kaltimtara untuk menghadirkan listrik di seluruh desa di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), ditargetkan bisa terealisasi dalam waktu tiga tahun ke depan.
Dengan target yang ambisius ini, PLN berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah ini dan mewujudkan pemerataan energi di seluruh provinsi. Sementara saat ini, masih ada 117 desa terpencil di Kaltara yang belum menikmati listrik, dan PLN bertekad untuk mengubah situasi ini.
General Manager PLN UID Kaltimtara, Maria G.I. Gunawan, mengungkapkan PLN telah menyusun roadmap elektrifikasi yang komprehensif hingga 2027 untuk menjangkau seluruh desa tersisa secara bertahap.
“Kami menargetkan bisa menyelesaikan pembangunan infrastruktur listrik di 117 desa yang belum berlistrik dalam waktu tiga tahun,” ujarnya, Selasa (1/7/2025).
Namun, upaya ini tidaklah mudah dan memerlukan investasi yang besar. PLN memperkirakan total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur listrik di desa-desa terpencil tersebut mencapai Rp681 miliar.
“Sebagian besar sumber pembiayaan diharapkan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebagai bentuk dukungan dari pemerintah pusat,” jelas Maria.
Dalam membangun infrastruktur listrik di desa-desa terpencil, PLN tidak hanya fokus pada pembangunan jaringan listrik, tetapi juga harus memperkuat kapasitas pembangkitan. Pihaknya mulai mengedepankan energi baru terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi baterai, untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM).
Maria mencontohkan Krayan, salah satu daerah terpencil di Kaltara, yang saat ini hanya bisa menikmati listrik selama 12 jam per hari.
“Pengoperasian listrik di daerah ini sangat bergantung pada BBM, yang pengirimannya hanya bisa dilakukan melalui jalur udara, dengan kebutuhan sekitar 3.000 liter per hari,” ungkap Maria.
Sehingga, PLN berencana untuk mengembangkan PLTS yang dilengkapi baterai untuk meningkatkan ketersediaan listrik di daerah tersebut.
Dengan anggaran yang besar dan tantangan geografis yang kompleks, PLN tetap optimis mampu mengatasi ketertinggalan akses listrik di 117 desa, demi mewujudkan pemerataan energi dan mengakhiri kegelapan di pedalaman Kaltara.
“Kami berharap usulan ini dapat disetujui dan dapat diimplementasikan dalam waktu dekat,” pungkas Maria.
Selain itu, PLN juga berencana untuk meningkatkan kualitas pelayanan listrik di daerah-daerah yang sudah berlistrik.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas jaringan listrik dan memperluas cakupan layanan listrik di Kaltara,” tambah Maria.
Termasuk mengembangkan energi baru terbarukan lainnya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), untuk meningkatkan ketersediaan listrik di Kaltara.
Sehingga, PLN dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kaltara dan mewujudkan pemerataan energi di seluruh wilayah provinsi.
Diakuinya, dukungan juga disampaikan Pemerintah Provinsi Kaltara dalam upaya PLN dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil.
“Kami komitmen terus berinovasi meningkatkan kualitas pelayanan listrik di Kaltara. Dengan adanya listrik, masyarakat di desa-desa terpencil di Kaltara dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, seperti meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan produktivitas ekonomi,” tegasnya. (rn)