TARAKAN, Headlinews.id – Pesawat pengangkut BBM milik Pelita Air Services yang jatuh tak jauh dari runway 22 di wilayah Krayan masih dalam tahap penanganan awal.
Komandan Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo memastikan black box belum ditemukan dan penyebab kecelakaan akan diselidiki oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Komandan Pangkalan TNI AU Lanud Anang Busra, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han), menjelaskan hingga saat ini fokus utama di lapangan adalah evakuasi jenazah pilot.
“Black box belum terlihat. Kami belum sampai ke tahap itu karena kondisi cuaca di lokasi masih kurang mendukung. Prioritas utama tadi adalah mengevakuasi jenazah pilot terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menegaskan, penyebab pasti kecelakaan belum dapat disampaikan karena menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Rencananya, KNKT bersama pihak maskapai akan menuju Tarakan untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
“Untuk penyebab kejadian tentu tidak bisa kami sampaikan sekarang. Itu nanti akan diselidiki oleh KNKT. Informasinya, pihak maskapai bersama KNKT akan berangkat dari Jakarta,” jelasnya.
Seluruh stakeholder, lanjut Andreas, telah berkoordinasi dengan pihak Pelita Air Services. Namun, rencana keberangkatan menuju Krayan hari ini dibatalkan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
“Saat kejadian, base cloud berada di 1.400 feet. Sekarang turun menjadi 1.000 feet. Itu sangat berisiko untuk penerbangan. Karena itu kami putuskan untuk tidak berangkat hari ini,” katanya.

Ia memastikan jenazah pilot telah ditemukan dan dievakuasi ke rumah sakit setempat. Proses evakuasi awal dilakukan oleh aparat setempat bersama masyarakat Krayan.
“Evakuasi di lokasi dilakukan aparat bersama warga. Wilayah Krayan itu kecil, masyarakatnya saling mengenal dan memiliki kepedulian tinggi. Semua bergerak bersama menuju lokasi melalui jalur darat,” ungkapnya.
Untuk proses selanjutnya, Lanud Anang Busra bersama Basarnas dan pihak maskapai akan berangkat ke Krayan menggunakan pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) pada Jumat pagi, dengan catatan kondisi cuaca membaik.
“Besok pagi, manakala cuaca di area Long Bawan sudah terbuka, apakah pukul 08.00 atau 09.00 WITA, kami akan langsung masuk. Di sana jenazah akan kami serahterimakan kepada pihak maskapai,” jelas Andreas.
Selanjutnya, jenazah direncanakan diterbangkan menggunakan pesawat MAF dari Krayan menuju Balikpapan. Dari Balikpapan, jenazah akan dibawa menggunakan pesawat Airbus milik Pelita Air menuju Jakarta.
Berdasarkan keterangan dari pihak maskapai, bahan bakar atau fuel telah diturunkan sebelum pesawat kembali ke home base di Tarakan. Pesawat lepas landas dari runway 22 dan mengalami kecelakaan sekitar dua hingga tiga mil dari ujung landasan.
“Pesawat baru saja airborne beberapa menit kemudian mengalami crash, tidak jauh dari ujung runway 22. Namun penyebabnya belum bisa kami sampaikan karena masih menunggu hasil investigasi KNKT,” tegasnya.
Andreas menambahkan, informasi yang disampaikan masih bersifat awal dan akan diperbarui seiring perkembangan di lapangan.
“Nanti kalau ada pembaruan akan kami sampaikan kembali,” tutupnya. (saf)










