Kamis, Oktober 29, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home Malinau

ITB Dampingi Punan Mirau Kembangkan Potensi Hutan, Pertanian dan Perikanan

by Redaksi 2
15 Agustus 2026
in Malinau
A A
ITB Dampingi Punan Mirau Kembangkan Potensi Hutan, Pertanian dan Perikanan

Tim ITB memberikan pendampingan teknologi kepada masyarakat Desa Punan Mirau, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, melalui pengembangan potensi kehutanan, pertanian dan perikanan.

MALINAU, Headlinews.id – Pemanfaatan sumber daya lokal menjadi materi utama dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Teknologi Bandung (ITB) di Desa Punan Mirau, Kecamatan Malinau Selatan Hulu, Kabupaten Malinau.

Masyarakat diperkenalkan dengan sejumlah teknologi yang dapat diterapkan untuk mengembangkan potensi kehutanan, pertanian, pengolahan limbah organik dan perikanan.

Ketua tim PkM ITB dari Kelompok Keahlian Teknologi Kehutanan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Dr. Ir. Anne Hadiyane, S.Hut., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut dirancang dengan melihat sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.

BACA JUGA
  • Turnamen Mobile Legends Tuko Coffee Season 2 Buka Peluang Atlet Malinau
  • Panen 3,5 Ton Semangka, Kodim 0910/Malinau Optimalkan Lahan Produktif
  • Ernes Tekankan Ketertiban Pengalihan Lahan untuk Gudang Bulog

Pendekatan yang digunakan tidak hanya memberikan teori, tetapi diarahkan pada keterampilan yang dapat diterapkan.

“Yang kami bawa ke Punan Mirau itu teknologi yang memang bisa dikembangkan dari potensi yang sudah ada di masyarakat. Jadi bukan hanya memberikan materi, tetapi bagaimana teknologi tersebut bisa diterapkan dan kemudian dikembangkan oleh masyarakat sendiri,” kata Anne.

Program PkM Skema Bottom-Up tersebut didanai Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara, UPTD KPH Malinau, KKI Warsi serta Universitas Borneo Tarakan.

Pada sektor kehutanan, masyarakat mendapatkan materi mengenai inokulan gaharu dan teknik inokulasi melalui injeksi. Materi tersebut diberikan Dr. Ir. Mustika Dewi, M.Si., dan Anca Awal Sembada, S.T., M.Si., Ph.D.

“Untuk kehutanan, ada pengenalan inokulan gaharu dan teknik inokulasinya. Ini penting karena gaharu merupakan salah satu hasil hutan yang mempunyai nilai ekonomi, sehingga masyarakat bisa memahami bagaimana pengembangannya dengan teknik yang tepat,” ujar Anne.

Baca Juga  Koordinasi Lintas Sektor Kunci Sukses Pelayanan Publik di Kabupaten Malinau  

Selain gaharu, tim memperkenalkan teknologi pirolisis yang memungkinkan biomassa dan limbah lignoselulosa diolah menjadi produk bernilai guna. Anne bersama Dr. Alfi Rumidatul, S.Hut., M.Si., memberikan materi mengenai pemanfaatan hasil pirolisis berupa biochar dan asap cair.

Menurut Anne, bahan baku untuk teknologi tersebut relatif dekat dengan kehidupan masyarakat karena berasal dari biomassa yang tersedia di lingkungan sekitar. Pemanfaatannya juga dapat dikaitkan dengan kebutuhan pertanian dan kehutanan.

“Biomassa yang ada di sekitar masyarakat jangan hanya dianggap sebagai limbah. Dengan pirolisis, bahan itu bisa diolah menjadi biochar dan asap cair yang kemudian dapat dimanfaatkan lagi untuk mendukung kegiatan masyarakat,” jelasnya.

Pengolahan bahan organik juga menjadi bagian dari kegiatan. Dr. Atmawi Darwis, S.Hut., M.Si., memberikan materi pembuatan kompos dan pupuk organik cair (POC) dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan desa.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat menghasilkan kebutuhan pertanian dari sumber daya lokal. Dengan demikian, penggunaan bahan dari luar wilayah dapat ditekan sekaligus mendorong pemanfaatan kembali bahan organik.

“Kompos dan pupuk organik cair ini juga kita kenalkan supaya bahan-bahan organik yang tersedia bisa dimanfaatkan. Harapannya masyarakat bisa mengolah sendiri bahan yang ada menjadi sesuatu yang berguna untuk kegiatan pertanian,” katanya.

Pendampingan kemudian mencakup budidaya tanaman dan perikanan. Ahim Ruswandi, S.P., M.P., memberikan materi teknik budidaya tanaman, sedangkan Rini Mastuti, S.Pi., M.Si., dari Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Borneo Tarakan, memberikan materi budidaya ikan.

Menurut Anne, penggabungan sejumlah bidang tersebut dibuat agar masyarakat memiliki pilihan dalam mengembangkan sumber pangan sekaligus kegiatan ekonomi. Potensi tanaman, perairan dan bahan organik dapat dikembangkan sesuai kondisi Desa Punan Mirau.

Baca Juga  Porprov II Kaltara Digelar 10 November, Malinau Pastikan Seluruh Venue Siap

“Jadi pendekatannya memang tidak hanya kehutanan. Ada pertanian, pengelolaan limbah organik dan perikanan. Semua kita lihat dari apa yang tersedia di desa dan bagaimana itu bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang produktif,” tuturnya.

Kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah materi praktis yang dapat diterapkan masyarakat, mulai dari pengolahan biomassa, biochar, asap cair, kompos, POC, budidaya tanaman dan ikan hingga inokulasi gaharu.

Kepala UPTD KPH Malinau Antonius Mangiwa mengatakan keterampilan tersebut penting bagi masyarakat yang telah memperoleh izin Perhutanan Sosial.

Penguatan kapasitas diperlukan agar masyarakat tidak hanya mampu mengelola kawasan, tetapi juga dapat mengembangkan kegiatan ekonomi dari potensi yang dimiliki.

“Bagi kami di KPH Malinau, kegiatan seperti ini sangat penting karena masyarakat Perhutanan Sosial perlu diperkuat kapasitasnya. Tidak hanya bagaimana mengelola kawasan, tetapi bagaimana potensi yang ada bisa dikembangkan menjadi usaha yang memberikan nilai tambah,” kata Antonius.

Antonius menilai keterlibatan ITB dan pihak lainnya dapat menjadi bagian dari penguatan pendampingan masyarakat di Desa Punan Mirau. Karena itu, KPH Malinau mendukung keberlanjutan kolaborasi tersebut.

“Kami menyambut baik kolaborasi melalui Program Desanesha ITB ini. Sinergi seperti ini membantu masyarakat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru yang bisa mereka kembangkan sesuai dengan kondisi wilayahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Project Officer KKI Warsi M. Nur Huda mengatakan pendampingan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Tahap berikutnya diarahkan pada penerapan teknologi dan keterampilan yang telah diperoleh masyarakat.

“Setelah pelatihan, yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mulai menerapkannya. Ada beberapa yang akan kita dampingi, seperti inokulan gaharu, pupuk organik, kompos, biochar, asap cair, budikdamber dan budidaya tanaman,” kata Huda.

Ia mengatakan keberhasilan program tidak dapat hanya dilihat dari jumlah kegiatan yang terlaksana. Kemampuan masyarakat dalam menerapkan pengetahuan, mengembangkan kelembagaan dan menemukan peluang usaha menjadi bagian yang akan didorong dalam pendampingan lanjutan.

Baca Juga  Ronda Malam Kembali Diaktifkan, Malinau Petakan Titik Rawan Kejahatan

“Pelatihan jangan berhenti sebagai pengetahuan saja. Kami akan terus mendampingi praktiknya, memperkuat kelompok, melihat peluang usaha sampai mencoba membuka akses pasar. Jadi hasilnya diharapkan benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Kolaborasi ITB, pemerintah daerah, KPH Malinau dan KKI Warsi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerapan tridarma perguruan tinggi. Keahlian dari berbagai disiplin ilmu dipadukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman dan kawasan hutan.

Anne mengatakan pengembangan potensi desa tetap harus berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan. Pemanfaatan hasil hutan, biomassa, bahan organik, tanaman dan sumber daya perairan perlu dikelola dengan mempertimbangkan keberlanjutan.

“Teknologi yang diberikan ini bisa menjadi bagian dari proses menuju kemandirian masyarakat Punan Mirau. Potensi lokal tetap bisa dimanfaatkan dan memberikan nilai ekonomi, tetapi pengelolaannya juga harus menjaga sumber daya alam agar tetap berkelanjutan,” pungkasnya. (*/saf)

 

Tags: biochargaharuITBKKI WarsiKPH MalinauMalinauPemberdayaan MasyarakatperikananPertanianPkMPunan Mirauteknologi kehutanan
Advertisement Banner

Baca Juga

Keterbatasan Anggaran, Panwasrah Petakan Kebutuhan Peralatan Porprov Kaltara 2026
Malinau

Keterbatasan Anggaran, Panwasrah Petakan Kebutuhan Peralatan Porprov Kaltara 2026

25 Oktober 2026
Lomba Tari Sampe’ di Irau Malinau, Lima Grup Tampilkan Seni Warisan Leluhur
Malinau

Lomba Tari Sampe’ di Irau Malinau, Lima Grup Tampilkan Seni Warisan Leluhur

23 Oktober 2026
Menteri PU Tinjau Jalan Nasional di Malinau, Target Perbatasan Rampung 2028
Malinau

Menteri PU Tinjau Jalan Nasional di Malinau, Target Perbatasan Rampung 2028

23 Oktober 2026
Kebakaran Hanguskan Ponpes Al-Khairaat Malinau, Polisi Selidiki Penyebabnya
Malinau

Kebakaran Hanguskan Ponpes Al-Khairaat Malinau, Polisi Selidiki Penyebabnya

22 Oktober 2026
Irau ke-12 Malinau Angkat Potensi Budaya dan Ekonomi Lokal
Malinau

Irau ke-12 Malinau Angkat Potensi Budaya dan Ekonomi Lokal

21 Oktober 2026
Lebih dari 4.000 Peserta Diprediksi Ramaikan Porprov II Kaltara
Malinau

Lebih dari 4.000 Peserta Diprediksi Ramaikan Porprov II Kaltara

19 Oktober 2026
Next Post
Kapolres Tarakan Turun Langsung Bagikan Bendera Merah Putih, Ajak Warga Jaga Keamanan

Kapolres Tarakan Turun Langsung Bagikan Bendera Merah Putih, Ajak Warga Jaga Keamanan

Gempa Flores Tewaskan 40 Orang, Operasi SAR Masih Berlangsung

Gempa Flores Tewaskan 40 Orang, Operasi SAR Masih Berlangsung

24 Grup Ramaikan Live Band Performance Katalis 2026

24 Grup Ramaikan Live Band Performance Katalis 2026

Berita Populer

  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Tarakan Siapkan Lahan SNT 11, Gedung Permanen Ditargetkan Tahun Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langgar Aturan, Tiga Anggota Polresta Bulungan Kehilangan Status Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Poliran, Langkah Kapolda Kaltara Perkuat Pembinaan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakapolda Kaltara Hadiri Penyambutan Wakil Panglima TNI dalam Rangka Kunjungan Kerja di Wilayah Kalimantan Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.