SETIAP tahun, bulan Ramadhan datang membawa berkah dan pengampunan, mengingatkan umat Muslim untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ibadah. Bulan suci ini dikenal sebagai bulan pengampunan, waktu terbaik bagi setiap Muslim untuk bertaubat dan meraih ampunan dari Allah SWT.
Dalam tausiyah singkat tentang Ramadhan, dijelaskan tentang puasa adalah sarana spiritual untuk membersihkan diri dari dosa dan memperkuat iman. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Man shaama Ramadhana imaanan wahtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih.”
(Artinya: Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.) (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis ini menegaskan setiap ibadah di bulan Ramadhan—mulai dari puasa, doa, dzikir, hingga membaca Al‑Qur’an—memiliki nilai besar di sisi Allah SWT.
Bulan Ramadhan menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar dan taubat, karena pintu pengampunan Allah terbuka lebar.
Umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan ini, memperbaiki diri, dan memperkuat ketakwaan.
Dengan menjalankan ibadah secara ikhlas dan terus memperbanyak permohonan ampunan, Ramadhan menjadi waktu tepat untuk membersihkan hati dari dosa-dosa yang telah lalu dan menata kembali hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Bulan suci ini menuntun umat Muslim meningkatkan keimanan, memperbanyak kebaikan, dan meraih ridha serta keberkahan Allah.







