TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Upaya penguatan UMKM di Bulungan semakin dipacu melalui adaptasi terhadap teknologi digital. Langkah ini menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan penguatan UMKM melalui teknologi digital menjadi strategi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Menurut Syarwani, pesatnya perkembangan teknologi harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di Bulungan agar tetap kompetitif dan tidak tertinggal.
“Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, tapi sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi seluruh pelaku UMKM,” ujarnya, Jumat (22/8/2025).
Ia menambahkan, transformasi digital membuka peluang pasar yang lebih luas, sehingga UMKM Bulungan tidak hanya mampu menjual produknya di tingkat lokal, tapi juga nasional bahkan internasional.
“Saat ini sedang membangun ekosistem ekonomi digital yang melibatkan berbagai pihak. Mulai dari kementerian terkait, pelaku usaha, hingga komunitas lokal,” ungkapnya.
Berbagai program pelatihan dan pendampingan digital telah digelar untuk membantu UMKM. Mengoptimalkan platform daring, memanfaatkan media sosial, hingga mengelola transaksi keuangan secara digital.
Inisiatif ini juga mendukung pengembangan smart city yang difasilitasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sehingga ekosistem digital di Bulungan dapat berjalan lebih terintegrasi.
“Ekonomi digital memberi peluang tanpa batas. UMKM yang sebelumnya hanya berjualan di pasar tradisional, sekarang bisa menjangkau konsumen hingga luar daerah bahkan luar negeri. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegas Syarwani.
Bupati menekankan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Bulungan, dengan jumlah pelaku usaha kecil yang terus meningkat setiap tahunnya.
Meski demikian, kendala utama yang masih dihadapi adalah terbatasnya akses pasar dan rendahnya literasi digital di kalangan pelaku usaha.
Untuk itu, Pemkab Bulungan menghadirkan program pelatihan, dukungan teknologi, dan kebijakan fiskal yang berpihak pada UMKM agar hambatan tersebut dapat diatasi.
Diharapkan, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi bisnis yang menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kekuatan UMKM adalah cerminan kekuatan ekonomi daerah. Dengan pemanfaatan teknologi digital secara maksimal, saya optimistis pertumbuhan ekonomi Bulungan akan lebih cepat dan PAD meningkat secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat,” pungkas Syarwani. (rn)