TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Pemerintah Kabupaten Bulungan menegaskan kembali pentingnya keberadaan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar masyarakat.
Penekanan itu disampaikan Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani, ketika melantik para Ketua TP Posyandu Kecamatan se-Bulungan, pekan lalu.
Dalam arahannya, Sri Nurhandayani menyebut Posyandu memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga.
Menurutnya, dari Posyandu-lah layanan kesehatan ibu hamil, balita, hingga lansia bisa diperoleh secara langsung di tengah masyarakat.
“Fungsi Posyandu bukan hanya menimbang balita. Lebih dari itu, di tempat ini masyarakat bisa memperoleh edukasi tentang gizi, pola asuh, hingga pencegahan penyakit menular. Perannya sangat besar dalam membentuk kualitas generasi Bulungan,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberadaan Posyandu juga menjadi penopang program nasional, khususnya penanggulangan stunting dan penguatan imunisasi.
Dengan dukungan kader yang aktif, Posyandu diharapkan mampu memastikan setiap anak tumbuh sehat sesuai tahapan usianya.
Selain fokus kesehatan, Sri Nurhandayani menilai Posyandu juga dapat dikembangkan sebagai pusat kegiatan keluarga.
Melalui kegiatan pemberdayaan, Posyandu bisa berperan dalam peningkatan ekonomi rumah tangga maupun pelatihan keterampilan sederhana bagi warga sekitar.
Untuk itu, para Ketua TP Posyandu Kecamatan yang baru dilantik diminta segera menyusun program kerja. Ia mendorong agar seluruh pengurus menjalin koordinasi erat dengan Puskesmas, pemerintah kecamatan, serta TP-PKK di setiap wilayah.
“Kerja lintas sektor mutlak dibutuhkan. Posyandu adalah milik bersama. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa memperkuat layanan dasar dan menurunkan kasus gizi buruk di Bulungan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bulungan sendiri memastikan akan terus memberikan dukungan penuh. Dukungan itu meliputi pembinaan kader, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, hingga penyediaan sarana penunjang di setiap Posyandu.
“Harapan kami, Posyandu tidak sekadar tempat pelayanan rutin, tapi juga menjadi pusat informasi keluarga. Masyarakat bisa datang untuk belajar, bertukar pengalaman, dan mendapat dukungan agar hidup lebih sehat dan sejahtera,” tutup Sri Nurhandayani. (*)