TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Revitalisasi rumah-rumah tua di Kampung Arab mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Bulungan dengan melibatkan swadaya masyarakat sebagai upaya penataan kawasan bersejarah berbasis partisipasi warga.
Program revitalisasi tersebut menjadi langkah awal penataan Kampung Arab yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan permukiman tua di Bulungan dengan karakter budaya dan sejarah yang masih terjaga.
Pemerintah daerah menilai kawasan ini perlu ditata secara bertahap agar tetap nyaman dihuni tanpa menghilangkan nilai historisnya.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan revitalisasi rumah-rumah tua difokuskan pada perbaikan ringan dan pengecatan bangunan lama khas Kampung Arab.
Dukungan pemerintah daerah diberikan dalam bentuk fasilitasi dan pendampingan, sementara pelaksanaan teknis dilakukan melalui partisipasi swadaya masyarakat.
“Penataan Kampung Arab diawali dari revitalisasi rumah-rumah tua yang menjadi identitas kawasan. Pemerintah daerah memberikan dukungan, dan masyarakat ikut berperan dalam pelaksanaannya,” ujar Syarwani, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, keterlibatan warga menjadi faktor penting agar program penataan berjalan berkelanjutan. Dengan pola tersebut, masyarakat diharapkan memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya.
“Kalau masyarakat terlibat sejak awal, upaya pelestarian kawasan akan lebih terjaga dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” katanya.
Selain revitalisasi bangunan, Pemkab Bulungan juga menyiapkan penataan kawasan Kampung Arab secara menyeluruh. Penataan direncanakan mencakup koridor Simpang Asoy hingga ujung Kampung Arab yang selama ini menjadi kawasan permukiman padat penduduk.
Penataan kawasan meliputi pembangunan ruang terbuka hijau, taman lingkungan, serta ruang publik yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana interaksi sosial masyarakat.
Pemerintah daerah menilai keberadaan ruang publik penting untuk memperkuat fungsi sosial kawasan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Syarwani menyampaikan penataan Kampung Arab diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai budaya dan peningkatan kenyamanan lingkungan bagi warga.
“Identitas budaya Kampung Arab harus tetap terjaga, namun lingkungannya juga perlu ditata agar lebih rapi, bersih, dan nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.
Syarwani berharap program revitalisasi dan penataan Kampung Arab dapat berjalan konsisten dengan dukungan masyarakat setempat.
“Kami berharap warga dapat terus mendukung program ini. Dengan kebersamaan, Kampung Arab dapat tetap terjaga sebagai kawasan bersejarah sekaligus menjadi lingkungan permukiman yang layak dan berkelanjutan,” pungkasnya. (rn)









