TANJUNG SELOR, Headlinews.id — Pemerintah Kabupaten Bulungan meluncurkan program satu desa satu sarjana untuk meningkatkan kualitas generasi muda sekaligus memperkuat pembangunan desa. Program ini sepenuhnya dibiayai APBD dan melibatkan Universitas Kaltara (Unikal) sebagai mitra utama.
Bupati Bulungan, Syarwani menyatakan program tersebut merupakan langkah strategis jangka panjang untuk menyiapkan tenaga muda yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Setiap desa dan kelurahan akan memiliki minimal satu sarjana pada 2026, dengan seluruh biaya ditanggung APBD,” kata Syarwani, Rabu (17/12/2025).
Pelaksanaan program akan bekerja sama dengan Universitas Kaltara agar manfaat pembangunan pendidikan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di daerah.
“Unikaltar lahir dari Bulungan, sehingga keberadaannya perlu didukung. Kolaborasi ini memastikan kualitas pendidikan dan manfaatnya sampai ke masyarakat,” ujarnya.
Menurut Syarwani, dukungan terhadap Unikaltar juga menjadi tanggung jawab moral pemerintah daerah, mengingat sebagian besar tenaga pendidik dan pengelola universitas merupakan putra-putri Bulungan.
Sarjana yang dihasilkan tidak hanya diharapkan memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berperan sebagai pendamping pembangunan desa, membantu kegiatan lintas sektor dan program madya.
“Peran sarjana pendamping sangat penting agar keberadaan mereka memberi dampak nyata bagi desa, baik dari sisi pendidikan, ekonomi, maupun sosial,” tambah Syarwani.
Target program ini dalam kurun waktu empat tahun adalah seluruh 74 desa dan 7 kelurahan di Bulungan memiliki pendamping sarjana. Total yang disiapkan diperkirakan mencapai 81 orang.
Bupati menekankan, meskipun program ini menjadi fondasi penting untuk masa depan daerah, tantangan pengembangan SDM saat ini cukup besar, terutama menyesuaikan metode pembinaan dengan karakter generasi muda.
“Paradigma lama tidak lagi relevan. Pengembangan SDM harus mengikuti pola pikir dan kebutuhan generasi saat ini,” pungkas Syarwani.
Program satu desa satu sarjana diharapkan tidak hanya mencetak lulusan akademik, tetapi juga meningkatkan kapasitas desa dalam bidang pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan.
Dengan dukungan perguruan tinggi lokal dan pembiayaan APBD, program ini diproyeksikan memberi dampak nyata bagi seluruh masyarakat Bulungan. (rn)









