TANA TIDUNG, Headlinews.id – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Hal ini terlihat dari pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung Tahun 2025 yang dibuka langsung oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, S.P., Kamis (21/8/2025) di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Dengan mengusung tema “Harmonisasi Mewujudkan Program PAUD Bermutu Tahun 2025”, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi dan evaluasi capaian program Bunda PAUD di seluruh kecamatan dan desa.
Hadir dalam acara tersebut Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara yang juga merupakan Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, para kepala OPD, serta para Bunda PAUD tingkat kecamatan dan desa.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Tidung, dilanjutkan pemaparan capaian Bunda PAUD oleh Hj. Rachmawati Ibrahim Ali selaku Bunda PAUD Kabupaten.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran Bunda PAUD di setiap tingkatan dalam memperkuat fondasi pendidikan anak-anak sejak usia dini.
“Selama ini kita telah bersama-sama berusaha menghadirkan pendidikan anak usia dini yang lebih baik. Namun, tantangan ke depan tidak semakin ringan. Justru kita harus konsisten dan saling menguatkan agar program PAUD di desa-desa dapat terus berjalan optimal,” ujar Rachmawati.
Sementara itu, Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian yang telah diraih. Ia juga mengingatkan bahwa mempertahankan prestasi jauh lebih sulit dibandingkan meraihnya.
“Saya berharap para Bunda PAUD di kecamatan dan desa tidak hanya semangat di awal saja, tetapi juga istiqomah dalam mengawal program-program PAUD. Mari kita jaga bersama capaian yang sudah baik, dan kita tingkatkan agar pendidikan anak usia dini di Tana Tidung benar-benar bermutu,” tegas Ibrahim Ali.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pendidikan anak usia dini bukan hanya urusan satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama semua elemen, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat.
“Anak-anak kita adalah generasi penerus daerah ini. Jika kita ingin Tana Tidung maju, maka fondasi pendidikan sejak dini harus benar-benar kuat. Oleh karena itu, harmonisasi antara pemerintah, Bunda PAUD, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan kita,” tambahnya.
Rakor ini juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yakni Penelaah Kebijakan Teknis Tim Kerja Wajib Belajar 13 Tahun, Deni Wijaya Utama, M.M.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa program PAUD bermutu merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar.
“PAUD adalah pintu masuk utama menuju wajib belajar 13 tahun. Jika pondasinya kuat, maka proses pendidikan dasar hingga menengah akan lebih berkualitas. Karena itu, peran Bunda PAUD di daerah sangat penting sebagai penggerak utama,” jelas Deni.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Bunda PAUD di Tana Tidung semakin termotivasi untuk berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak, sekaligus memperkuat sinergi dengan program pemerintah pusat dan daerah. (*)