TANJUNG SELOR, Headlinews.id – Calon pensiunan ASN di Kabupaten Bulungan dibekali keterampilan usaha untuk menghadapi masa purna tugas. Materi yang diberikan mencakup budidaya ayam petelur hingga pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.
Sebanyak 102 ASN Pemerintah Kabupaten Bulungan akan memasuki masa purna tugas mulai 1 Januari 2027. Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., menyebut pembekalan tersebut perlu diarahkan pada kegiatan yang dapat dikembangkan peserta sesuai kemampuan dan peluang ekonomi di daerah.
“Setelah memasuki masa purna tugas, masih banyak kegiatan yang bisa dikembangkan. Pengalaman dan keterampilan selama menjadi ASN dapat menjadi bekal untuk menjalankan usaha sekaligus menambah pendapatan keluarga,” ujar Syarwani saat membuka kegiatan pembekalan ASN prapensiun, Selasa (29/9/2026).
Salah satu materi yang diperkenalkan dalam pembekalan ialah budidaya ayam petelur. Syarwani menyebut kebutuhan telur yang berlangsung setiap hari membuat usaha tersebut memiliki peluang pasar, terutama jika produksi dikelola dengan baik.
“Permintaan telur terus ada setiap hari. Produksi yang dihasilkan bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga, kemudian kelebihannya dapat dipasarkan sehingga memberikan tambahan penghasilan,” katanya.
Peluang usaha bagi calon pensiunan juga didukung kondisi ekonomi Bulungan. Berdasarkan data statistik semester II 2026, pertumbuhan ekonomi Bulungan tercatat 10,64 persen. Aktivitas ekonomi tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sesuai potensi masing-masing.
“Pertumbuhan ekonomi kita mencapai 10,64 persen. Aktivitas ekonomi seperti ini perlu dijaga agar perputaran usaha di masyarakat terus berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tutur Syarwani.
Menurutnya, aktivitas ekonomi daerah turut bergantung pada daya beli masyarakat. Perputaran transaksi dibutuhkan oleh pedagang, petani, UMKM hingga nelayan, sehingga masyarakat yang memasuki masa purna tugas juga dapat mengambil bagian lewat kegiatan usaha.
“Perputaran ekonomi harus terus hidup. Pelaku usaha di daerah membutuhkan pasar, dan para pensiunan juga punya kesempatan untuk ikut menggerakkan ekonomi melalui usaha yang mereka jalankan,” ujarnya.
Syarwani juga mengingatkan calon pelaku usaha agar memperhitungkan biaya produksi. Pada budidaya ayam petelur, pakan menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar dan dapat mencapai sekitar 40 persen dari harga pokok produksi.
“Biaya pakan perlu dihitung sejak awal karena porsinya cukup besar. Modal dan biaya operasional harus dipersiapkan supaya usaha yang dirintis dapat berjalan dalam jangka panjang,” kata Syarwani.
Persoalan permodalan kemudian turut menjadi bagian yang perlu disiapkan setelah peserta memperoleh keterampilan. Syarwani meminta Korpri Bulungan membantu menghubungkan anggota prapensiun dengan akses pembiayaan yang tersedia.
“Korpri bisa membantu peserta setelah pelatihan, terutama dalam mencari akses permodalan. Keterampilan yang sudah diberikan akan lebih bermanfaat jika ada jalan untuk mengembangkannya menjadi usaha,” tegasnya.
Pemkab Bulungan telah menyiapkan fasilitas Kredit MESRA melalui PT BPR Bank Bulungan dengan subsidi bunga. Skema tersebut membuat beban bunga bagi pelaku usaha berada di kisaran 4 persen.
“Fasilitas pembiayaan sudah disiapkan pemerintah daerah. Peserta dapat memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha, sehingga pembekalan yang diterima tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi bisa menghasilkan kegiatan ekonomi,” pungkas Syarwani. (rn)










