Senin, Oktober 26, 2026
Headlinews.id
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini
No Result
View All Result
HealthNews
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Temuan 202 Ton Beras India, Barantin Ingatkan Ancaman Organisme Karantina

by Redaksi 2
23 September 2026
in NASIONAL
A A
Temuan 202 Ton Beras India, Barantin Ingatkan Ancaman Organisme Karantina

Beras asal India menjadi salah satu komoditas yang diperiksa dari sisi karantina tumbuhan karena berisiko membawa OPTK.

JAKARTA, Headlinews.id – Temuan 202,45 ton beras dalam 15 kontainer asal India membawa persoalan dari sisi keamanan pertanian. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengingatkan komoditas tersebut berpotensi membawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) yang belum terdapat di Indonesia.

Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Barantin, Abdul Rahman, mengatakan beras dari negara yang memiliki organisme pengganggu tumbuhan tertentu perlu melalui pemeriksaan karantina. India termasuk wilayah yang memiliki organisme yang belum ditemukan di Indonesia, salah satunya kumbang kapra atau Trogoderma granarium.

“Risikonya ada. Kita harus melihat dari sisi karantina karena ada organisme yang belum ada di Indonesia. Kalau sampai terbawa dalam komoditas dan masuk ke wilayah kita, tentu ada potensi penyebaran yang harus dicegah sejak awal,” kata Abdul Rahman dalam konferensi pers penegakan hukum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

BACA JUGA
  • PLBN Sebatik Uji Coba Layanan Internasional, Sejumlah Fasilitas dan Personel Masih Perlu Ditambah
  • BPPMHKP dan Badan POM Satukan Pengawasan Pangan Perikanan Kaltara

Beras tersebut ditemukan saat Bea Cukai memeriksa 15 kontainer yang dilaporkan berisi ammonium chloride. Pemeriksaan fisik juga menemukan 211.000 kilogram garam. Penindakan terhadap kontainer tersebut dilakukan pada periode Agustus hingga September 2026.

Menurut Abdul Rahman, Trogoderma granarium menjadi salah satu organisme yang perlu diwaspadai karena belum terdapat di Indonesia. Apabila masuk dan mampu bertahan di lingkungan yang sesuai, organisme tersebut berpotensi menyebar dan mengganggu komoditas pertanian.

“Kalau sampai masuk ke Indonesia, kita tentu harus melihat bagaimana organisme itu bisa bertahan dan menyebar. Risikonya ada pada komoditas pertanian, terutama kalau kemudian menyerang tanaman atau produk pertanian yang ada di sini,” ujarnya.

Baca Juga  Aipda Bahmid Personel Brimob Kaltim, Sabet Medali Emas dan Perak Kejuaraan Fornas VIII Formi 2025 Tenis Meja

Pengawasan karantina diberlakukan terhadap tumbuhan dan produk tumbuhan yang masuk dari luar negeri. Persyaratan tersebut diperlukan untuk memastikan komoditas yang masuk tidak membawa OPTK yang dapat mengganggu pertanian Indonesia.

Dalam kasus tersebut, Bea Cukai melakukan penindakan berdasarkan hasil intelijen dan pemeriksaan kepabeanan. Barantin kemudian menjalankan fungsi sesuai kewenangannya untuk memastikan aspek kesehatan dan keamanan komoditas pertanian yang ditemukan.

Abdul Rahman menjelaskan pemeriksaan karantina merupakan bagian dari perlindungan sumber daya hayati. Setiap pemasukan tumbuhan dan produk tumbuhan dari luar negeri harus memenuhi persyaratan karantina sebelum masuk ke Indonesia.

“Pemeriksaan karantina dilakukan sejak komoditas berada di pintu masuk. Kita perlu memastikan persyaratannya terpenuhi dan melihat apakah ada organisme yang ikut terbawa. Ini penting untuk menjaga sumber daya pertanian kita,” katanya.

Penanganan pemasukan ilegal tersebut melibatkan sejumlah instansi. Dalam konferensi pers yang sama, Menteri Keuangan Suhasil Nazara mengapresiasi koordinasi Bea Cukai dengan Kementerian Pertanian, Barantin, Kepolisian, Kejaksaan, Perum Bulog serta kementerian dan lembaga terkait.

Koordinasi lintas instansi diperlukan dalam pengawasan lalu lintas komoditas pertanian dari luar negeri. Bagi Barantin, pemeriksaan karantina menjadi salah satu upaya mencegah hama dan penyakit masuk serta menyebar di wilayah Indonesia.

Barantin juga terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait terhadap komoditas pertanian dari negara yang memiliki risiko organisme pengganggu tumbuhan tertentu. Pemeriksaan di pintu masuk dilakukan untuk mengurangi peluang masuknya ancaman biologis ke sektor pertanian Indonesia.

“Pengawasan di pintu masuk harus terus diperkuat, terutama untuk komoditas yang memiliki risiko karantina. Pencegahan sejak awal jauh lebih memungkinkan dilakukan karena ketika organisme sudah masuk dan menyebar, penanganannya akan jauh lebih sulit,” pungkas Abdul Rahman. (*)

Baca Juga  Presiden Prabowo: Tidak Boleh Ada Mafia dalam Pemerintahan, Kunci Kemakmuran adalah Persatuan

 

Tags: Abdul RahmanBadan Karantina IndonesiaBarantinBea Cukaiberas ilegalberas Indiaimpor ilegalkarantina tumbuhanKeamanan PanganOPTKPertanian IndonesiaTrogoderma granarium
Advertisement Banner

Baca Juga

Tergelincir di Bandara Bilorai Intan Jaya, 10 Penumpang dan Kru Asian One Air Selamat
NASIONAL

Tergelincir di Bandara Bilorai Intan Jaya, 10 Penumpang dan Kru Asian One Air Selamat

24 Oktober 2026
Bawa Sabu ke Pekanbaru, Dua Pelaku Ditangkap; Polisi Buru Pemasok
NASIONAL

Bawa Sabu ke Pekanbaru, Dua Pelaku Ditangkap; Polisi Buru Pemasok

22 Oktober 2026
InaSkills 2026 Digelar 26-31 Oktober, Jaring Talenta Keterampilan Nasional
NASIONAL

InaSkills 2026 Digelar 26-31 Oktober, Jaring Talenta Keterampilan Nasional

21 Oktober 2026
Antrean Pengisian BBM di SPBU Bali Berkurang, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Tersedia
NASIONAL

Antrean Pengisian BBM di SPBU Bali Berkurang, Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Tersedia

19 Oktober 2026
Gugat Aturan Bakar Lahan Ke MK, Mahasiswa Kaltara Persoalkan Risiko Kabut Asap
KALTARA

Gugat Aturan Bakar Lahan Ke MK, Mahasiswa Kaltara Persoalkan Risiko Kabut Asap

17 Oktober 2026
Indonesia Peringkat Ketiga Dunia Makanan Halal, UMKM Kuliner Dibidik Tembus Pasar Global
NASIONAL

Indonesia Peringkat Ketiga Dunia Makanan Halal, UMKM Kuliner Dibidik Tembus Pasar Global

16 Oktober 2026
Next Post
Bapelas Erau Kutai Punya Potensi Kenalkan Budaya Kukar ke Wisatawan

Bapelas Erau Kutai Punya Potensi Kenalkan Budaya Kukar ke Wisatawan

Tersangka Kasus Etomidate LSH Juga Terseret Perkara Dugaan Penipuan Rp5 Miliar

Tersangka Kasus Etomidate LSH Juga Terseret Perkara Dugaan Penipuan Rp5 Miliar

285 ASN Malinau Dapat Jabatan Baru, Wempi Tekankan Capaian Kerja

285 ASN Malinau Dapat Jabatan Baru, Wempi Tekankan Capaian Kerja

Berita Populer

  • Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    Empat Tersangka Kredit Fiktif Bankaltimtara Diserahkan ke Jaksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Tarakan Siapkan Lahan SNT 11, Gedung Permanen Ditargetkan Tahun Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langgar Aturan, Tiga Anggota Polresta Bulungan Kehilangan Status Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Debitur PT IDK Grup Susul Empat Tersangka Bank di Tahap II Kasus Kredit Fiktif BPD Kaltimtara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakapolda Kaltara Hadiri Penyambutan Wakil Panglima TNI dalam Rangka Kunjungan Kerja di Wilayah Kalimantan Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Headlinews.id

Kami merupakan portal berita online yang berdiri pada tahun 2024, berkomitmen untuk menghadirkan berita dan informasi terkini yang akurat, kredibel, dan berimbang.

Tentang Kami

  • Kontak
  • Redaksi
  • Tentang kami
  • Pedoman Media Siber

Menu

  • Balikpapan
  • Berau
  • BERITA
  • Bontang
  • Bulungan
  • DPRD bulungan
  • Ekonomi
  • HIBURAN
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KALTARA
  • KALTIM
  • Kesehatan
  • KRIMINAL
  • Kutai Barat
  • Kutai Kertanegara
  • Malinau
  • NASIONAL
  • Nunukan
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemprov Kaltara
  • Pemprov Kaltim
  • Penajam Paser Utara
  • Pendidikan
  • PILKADA
  • POLITIK
  • Samarinda
  • Sosial Budaya
  • Tana Tidung
  • Tarakan
  • TEKNOLOGI

© 2023 PT. Borneo Media Grup.

No Result
View All Result
  • Home
  • BERITA
  • DAERAH
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Bulungan
      • Malinau
      • Tana Tidung
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Sangatta
      • Kutai Kertanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
      • Bontang
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • INFOGRAFIS
  • RUBRIK
    • HUKUM
    • KRIMINAL
    • POLITIK
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Otomotif
    • HIBURAN
    • Sosial Budaya
    • PILKADA
    • TEKNOLOGI
  • ADV
    • Pemprov Kaltara
    • Pemprov Kaltim
    • Parlemen
  • Opini

© 2023 PT. Borneo Media Grup.