TARAKAN, Headlinews.id— Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes., menekankan pentingnya pendataan pasien dan ketersediaan dokter spesialis dalam pengarahan kepada jajaran manajemen dan tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT), Selasa (10/2/2026).
Arahan ini dilakukan untuk memastikan layanan medis di rumah sakit tetap optimal dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Khairul mengatakan, catatan pasien yang lengkap menjadi dasar bagi seluruh perencanaan layanan rumah sakit. Menurutnya, data yang akurat membantu rumah sakit menyesuaikan jumlah tenaga medis, kebutuhan dokter spesialis, hingga pengadaan alat kesehatan.
“Kalau kita tidak tahu jumlah pasien dan kasus yang sering masuk, kita akan salah arah dalam menentukan prioritas. Ini bisa memengaruhi kualitas layanan secara langsung,” ujarnya.
Selain pendataan, Wali Kota menekankan pengadaan alat kesehatan yang tepat. Ia meminta manajemen RSUKT memastikan alat yang dibeli sesuai kebutuhan dan digunakan secara optimal.
“Bukan soal memiliki peralatan mahal, tapi bagaimana alat itu membantu dokter bekerja lebih efektif dan pasien mendapat perawatan yang layak,” jelas Khairul.
Khairul juga menyoroti pengelolaan keuangan rumah sakit. Ia meminta administrasi keuangan dijalankan dengan tertib dan transparan agar memudahkan evaluasi kinerja serta perencanaan jangka panjang.
“Kita harus bisa membaca laporan keuangan dengan jelas. Dari situ kita bisa tahu sektor mana yang perlu diperkuat, apakah dari sisi peralatan, obat, atau tenaga medis,” kata Wali Kota.
Selain aspek internal, Wali Kota menyinggung akses menuju RSUKT. Menurutnya, perbaikan jalan dan fasilitas transportasi penting agar pasien dapat mencapai rumah sakit dengan cepat, terutama dalam kondisi darurat.
“Pelayanan medis tidak hanya soal dokter dan obat, tapi juga memastikan pasien bisa sampai ke rumah sakit tanpa hambatan,” tuturnya.
Dalam arahannya, Khairul juga mendorong koordinasi antarunit di RSUKT agar alur pelayanan lebih efisien. Ia menekankan setiap departemen harus memahami peran masing-masing dan bekerja sama untuk mempercepat penanganan pasien.
“Kalau koordinasi lancar, pasien bisa mendapat layanan tepat waktu dan kualitas pelayanan meningkat,” kata Wali Kota.
Pengarahan ini sekaligus menjadi momentum bagi RSUKT untuk mengevaluasi program layanan yang berjalan, menyesuaikan kebutuhan tenaga medis, serta memperkuat fasilitas rumah sakit. Khairul menegaskan, setiap keputusan yang diambil harus berdampak langsung pada kemudahan dan kepuasan pasien.
“Yang paling penting adalah masyarakat merasakan manfaatnya. Setiap langkah harus terukur dan jelas tujuannya,” pungkasnya. (*)










